Potensi Pariwisata Tinggi, Fasilitas Minim
#Targetkan 38.453 Wisman, 4 Juta Wisnus
Palembang, BP
Sumatera Selatan merupakan provinsi yang bukan hanya kaya akan sumber daya alam. Kecantikan panorama dan landskapnya pun membuat kagum banyakn orang. Namun dari sekian banyak objek pariwisata di Sumsel, masih banyak yang pengelolaan serta fasilitas pendukunnya kurang.
Hal tersebut diakui Gubernur Sumsel H Alex Noerdin. Alex mengatakan, banyak objek wisata yang belum diidukung penuh oleh akses yang terbuka luas, transportasi yang mumpuni, dan akomodasi penginapan yang cukup.
Sumber daya manusia yang menjadi dasar pengokoh fasilitas tersebut pun belum memadai. Padahal bila ingin sektor pariwisata maju, pola piker dilayani harus dirubah menjadi melayani.
Bila Sumsel ingin menjadi daerah dengan objek wisata terbaik di Indonesia, ujarnya, harus didukung dengan kelengkapan fasilitas dan SDM terdidik dan terlatih agar mampu melayani wisatawan dengan tepat.
“Kita harus berfikir strategis. Bila tidak hati-hati dan tidak segera meningkatkan kualitas, tiga tahun kedepan Sumsel akan dilibas oleh daerah lain yang potensi dan pelayanannya lebih baik,’ ujarnya.
Selain itu, gubernur dua periode ini mengungkapkan, masih banyak objek wisata di Sumsel yang tidak tertera dalam website. Padahal turis, khususnya mancanegara, banyak mendapatkan informasi dan rekomendasi tempat wisata dari dunia maya.
Dirinya bercerita perihal kunjungannya ke Danau Ranau, OKU Selatan beberapa waktu lalu. Potensi wisata di ujung barat daya Sumsel ini sangat besar. Objek wisata yang bisa diandalkan di sana, tutur Alex yakni wisata danau dan air panasnya.
“Namun sayangnya belum tertata rapi. Semestinya ini diperbaiki secepatnya untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan,” jelasnya. Untuk objek wisata di Palembang, Alex menuturkan, belum ada objek yang benar-benar bbisa dijadikan daya tarik, kecuali Jembatan Ampera itu sendiri.
Saat ini memang telah ada Museum Al Quran Raksasa, namun informasi tentang objek wisata tersebut belumlah lengkap. “Di Palembang ini, kalau mau acara saja semuanya dibersihkan dan diberesi. Fasilitas umum untuk wisatawan seperti WC umum dan air bersih pun banyak belum tersedia,” ungkapnya.
Alex meminta kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota pemda di Sumsel untuk fokus memperbaiki semua fasilitas, sarana dan prasarana objek wisata di Sumsel.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga berujar, pihaknya menarget sebanyak 4.121.974 wisatawan nusantara (wisnus) dan 38.453 wisman (wisatawan mancanegara) berkunjung ke Sumsel tahun ini. Meningkat 0,1 persen untuk wisnus dari 3.747.136 tahun lalu, dan 0,09 persen wisman dari 35.278 tahun lalu.
Dirinya membenarkan bahwa masih banyak fasilitas yang harusnya dilengkapi, terutama fasilitas penunjang (amenitas) yang ada di setiap objek pariwisata di Sumel.
Amenitas yang paling penting, tutur Irene, adalah jalan akses, air bersih, toilet dan mushala. Saat ini banyak kondisi akses jalan yang menuju objek wisata dalam keadaan baik, namun tak sedikit juga yang kurang baik.
Berdasarkan data Disbudpar Sumsel, dari sepuluh daerah di Sumsel, ada beberapa daerah dengan potensi wisata yang besar namun belum memiliki kondisi jalan yang mumpuni.
Yakni objek wisata Goa Harimau OKU, Air Terjun Subik Tuha OKU Selatan, Candi Bumi Ayu dan Air Terjun Tenang Muaraenim, Danau Ulak Lia Muba, Bukit Selero dan Megalith di Lahat memiliki kondisi jalan yang kurang baik.
Sementara jalan akses menuju Danau Teluk Gelam OKI, Kampung Tenun OI, Goa Putri dan Danau di Tunggu Jaya OKU, Danau Ranau OKUS, Air Terjun, kawasan megalith dan Gunung Dempo dalam kondisi baik. Akses jalan menuju objek wisata di Palembang rata-rata dalam kondisi baik, kecuali Bukit Siguntang yang agak buruk.
Untuk sarana toilet, air bersih dan mushala, sebagian besar objek di Palembang seperti Jembatan Ampera, BKB, Museum Balaputra Dewa, Museum SMB II, Monpera, TPKS, Danau OPI, Hutan Punti Kayu, Ki Gede Ing Suro, Kawah Tekurep, Bukit Siguntang, dan Kampung Kapiten dalam kondisi baik.
Hanya saja di seluruhnya belum memiliki fasilitas air bersih, toilet dan mushala, kecuali di Museum Balaputra Dewa, Museum SMB II, Monpera, Bukit Siguntang, dan Hutan Punti Kayu. Tersedianya fasilitas air bersih, toilet, dan mushala menjadi faktor penting penentu kenyamanan para pengunjung.
“Setiap pemerintah kabupaten/kota pun harus memiliki sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelola objek wisata, disamping pemenuhan fasilitasnya. Jangan bekerja setengah-setengah, tapi tunjukkan totalitas untuk bangun pariwisata di Sumsel,” tandasnya. #idz