2016, Sumsel Kebagian Jatah Rumah Subsidi dari Apersi
Palembang, BPKetua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo memastikan di tahun 2016 akan membangun 100 ribu rumah subsidi dan 20 ribu rumah komersil seluruh Indonesia .
” Termasuk Sumsel juga tahun 2016 akan kebagian rumah subsidi dari Apersi ini namun saya lupa jumlahnya,” kata Eddy, Minggu (17/1).
Selain itu Eddy Ganefo mengatakan perlu membongkar target pemerintah dalam menjalankan program pembangunan Sejuta Rumah.
Eddy mengatakan bahwa data pencapaian program yang dilansir Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) dinilai masih simpang siur.
“Saat ini masih simpang siur. Tak ada data aktualnya,” kata Eddy.
“Coba ditanyakan ke pemerintah progres untuk tahun depan. Menurut saya, progres tahun depan itu sudah diijon di tahun ini. Taksiran kami, utang mereka satu juta unit. Itu harus kita bongkar data mereka,” katanya.
Seperti diketahui, tahun ini Presiden RI Joko Widodo mencanangkan Program Pembangunan Sejuta Rumah dengan perincian 603.516 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 396.384 unit untuk non-MBR. Dari target itu, data Kemenpupera memperlihatkan pencapaian program sampai akhir triwulan ketiga tahun ini baru mencapai 512.928 unit atau 51 persen dari target nasional. Dari sisa waktu yang ada, belum terlihat ada tanda-tanda langkah strategis pemerintah.
Eddy mengatakan masih banyak permasalahan perlu dibenahi dalam pelaksanaan program Sejuta Rumah yang dicanangkan Kemenpupera. Dia mengkritisi bukan hanya soal pembiayaan dan ketersediaan lahan yang menghadang jalannya program tersebut, namun juga masih kurang komprehensifnya kebijakan dan tidak ada sinergi kuat antarlembaga untuk melaksanakannya.
Untuk itu, lanjut Eddy, sebagai pengembang rumah subsidi Apersi terus memperkuat jaringan hingga ke pelosok daerah. Sampai saat ini Apersi telah diperkuat 27 DPD dan beberapa koordinator wilayah (korwil), termasuk hingga korwil Papua yang baru saja dilantik pada rakernas tersebut.
Eddy mengatakan, penguatan jaringan tersebut sangat dibutuhkan untuk lebih memaksimalkan sumber daya dalam memenuhi kebutuhan rumah subsidi ke depannya. Terbukti, dari target 65.000 unit rumah subsidi yang dibangun, Apersi sudah mencapai 95 persennya.
“Kekuatan kami tentu di daerah. Di Apersi itu ada 4000 pengembang, dan 90 persennya membangun rumah subsidi. Makanya, setiap tahun kami bisa memasok 50.000 sampai 100.000 unit rumah subsidi,” ujar Eddy.
Bahkan, setiap minggu anggota-anggota Apersi membangun dan memberikan satu unit rumah gratis untuk masyarakat.#osk