Cegah Gafatar, Gubernur Koordinasi Dengan Aparat

20

alex1Palembang, BP
Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mulai meresahkan warga Sumsel. Diberitakan satu keluarga di Palembang menghilang akibat bergabung dengan Gafatar. Untuk mencegah menyebar luasnya organisasi yang disebut sesat ini, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengam aparat berwajib.

Alex mengatakan, pihaknya pun akan segera mencari tahu terkait adanya satu keluarga di Palembang yang hilang dan tersiar kabar bergabung di Gafatar. “Gafatar itu kan tidak ada izin dari Kementerian Dalam Negeri. Jadi semua pihak harus kerjasama dengan semua instansi berwenang untuk bertindak,” tuturnya, Rabu (13/1).

Dirinya pun mengimbau agar masyarakat Sumsel untuk tidak ikut-ikutan Gafatar yang dapat merugikan diri sendiri dan mengorbankan orang yang disayangi. “Kita harus waspada. Walau mengatasnamakan Islam namun kalau itu menyesatkan, jangan diikuti,” tegasnya.

Baca Juga:  Pencuri Kabel Panel Tiang LRT Ditangkap Polisi

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Sumsel Drs Ikhwanuddin mengatakan, sejak 2012, Gafatar sudah ada di Sumsel dan terdaftar resmi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumsel. Namun pada tahun yang sama, Pemprov Sumsel resmi mencabut surat keterangan tersebut karena ada instruksi dari Kemendagri untuk mencabut izin Gafatar di seluruh Indonesia.

“Gubernur Sumsel bersama Kepolisian, Kodam II/Sriwijaya, Kejaksanaan, dan semua instansi terkait berkordinasi untuk meminimalisir pertumbuhan Gafatar sejak itu. Yang jelas organisasi itu tidak terdaftar dan tidak resmi. Tidak ada izinnya,” jelasnya.

Baca Juga:  PNS Asal Sumsel Dalam Kelompok Warga Eks Gafatar

Saat ini, dirinya belum mengetahui secara pasti perkembangan Gafatar di Sumsel. Namun walaupun begitu, aparat dan pemerintah tidak boleh diam saja. Karena  potensi berkembangnya hal negatif selalu ada.

“Pemprov mengimbau, masyarakat yang mendengar adanya organisasi tersebut untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian atau pemerintah setempat agar dapat segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang H Saim Marhadan mengatakan, masyarakat harus waspada dan jangan mudah terpengaruh oleh ajaran aliran Gafatar seperti yang baru-baru terjadi di Indonesia.

Menurutnya, Gafatar ini dikenal dengan nama Komunitas Millah Abraham (Komar). Setelah itu berubah menjadi Gerakan Fajar Nusantara. Gerakan ini merupakan bentuk perubahan dari aliran Al Qiyadah, yang didirikan oleh Ahmad Musadeq.

Baca Juga:  Hairul Ditemukan Warga Luka- luka dan Tak Sadarkan Diri

Ditegaskan Saim, aliran Gafatar dinyatakan sesat oleh MUI karena mencampuradukkan ajaran Islam, Nasrani, dan Yahudi. “Di Palembang saat ini belum ditemukan atau ada laporan masyarakat yang ikut aliran Gafatar. Kita terus memonitor bersama pihak terkait,  untuk memantau jika ada keberadaan aliran ini di Palembang,” katanya.

Saim menuturkan, aliran ini sering berganti-ganti nama. Pada 2010, ajaran ini mengubah nama menjadi Komunitas Millah Abraham (Komar). Sekarang aliran ini mengubah nama lagi yakni Negara Karunia Tuhan Semesta Alam atau Gafatar. #idz

 

Komentar Anda
Loading...