Baliho Ambruk Timpa Tiga Mobil

20

Baliho raksasa Roboh6Palembang, BP

Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di Palembang mengakibatkan baliho ukuran besar yang membentang di tengah Jalan Letkol Iskandar, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan IT I ambruk, Selasa (12/1).

Kejadian tersebut membuat akses jalan tertutup dan mengakibatkan kemacetan panjang. Tidak hanya itu, kejadian tersebut juga menyebabkan mobil Toyota Avanza yang masih menggunakan plat nomor polisi warna putih BG 7290 XX mengalami rusak parah. Sementara dua unit mobil lain yang sedang parkir di pinggir jalan, yakni Toyota Avanza warna putih BG 1368 RW, serta Grand Livina BG 1633 PO mengalami kerusakan di bagian atap.

Informasi di lapangan menyebutkan, baliho raksasa dengan bobot lebih dari satu ton itu roboh setelah baut pengikat di tiang pinggir jalan dari simpang empat lampu merah mengarah ke kawasan Dempo lepas. Sehingga tiang penyangga baliho iklan layanan masyarakat yang terpasang dengan rangkaian besi tersebut ambruk setelah tidak mampu menahan beban.

“Kejadiannya waktu angin kencang tadi dan suara benturan saat menimpa mobil cukup keras. Untung tidak ada orang dan mobil itu memang sedang ditinggal parkir,” ujar Wita, saksi mata.

Baca Juga:  21 Pasal Wawako Palembang Disetujui DPRD

Menurut pegawai toko mebel di depan lokasi kejadian ini, setiap kali hujan dan angin kencang, plat penutup tiang sering berbunyi dan memang sudah terlepas.

“Selama ini kalau hujan sering terdengar suara krak dan plat yang menutupi tiangnya sudah lepas dan melayang bila kena angin,” imbuhnya.

Ibrahim, juruparkir di lokasi kejadian menuturkan, sebelum roboh, baliho sudah terlihat goyang ketika diterpa angin dan selama ini juga sudah dilaporkan.

“Tiangnya itu bukan ditanam dengan cor beton ke tanah, tapi hanya dipasang baut. Selama ini sering ada orang yang datang memeriksa, tapi tidak ada tanggapan,” tuturnya.

Adri Vinus, pemilik mobil Avanza plat profit yang rusak berat, tak menyangka akan mengalami musibah seperti ini. Apalagi, mobil itu baru dibelinya dua pekan lalu.

“Tiap hari parkir di situ, tadi saya tinggal karena ada kerjaan. Tahu-tahu ditelepon dan datang sudah begini,” sesal pegawai Bank Permata, yang kantornya tak jauh dari lokasi kejadian. Menurut Adri, sekitar 10 menit sebelum hujan turun, dirinya sempat kembali ke mobil mengambil jam tangan yang tertinggal.

“Jelas minta ganti rugi dan tadi sudah ada pembicaraan awal dengan pihak advertising,” tandasnya.

Baca Juga:  Pratama Arhan Resmi Direkrut Klub Liga Jepang, Tokyo Verdy

Sejumlah petugas kepolisian langsung melakukan evakuasi baliho dengan cara memotong rangkaian besi menggunakan las mesin tabung gas. Sementara untuk akses jalan di lokasi, ditutup total petugas Sat Lantas Polresta Palembang.

“Tidak ada korban jiwa, tiga mobil mengalami kerusakan. Kita hanya mengamankan lokasi, penyelidikan dilakukan Polresta,” ujar Kapolsek IT I Palembang Kompol Zulkarnain.

Di tempat berbeda, akibat angin kencang dan hujan lebat menyebabkan dua pohon besar di Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan IT I, samping Kantor Bank Indonesia roboh. Atap penutup teras warung pempek Pak Raden, di Jalan Radial, Kecamatan IB I Palembang ikut roboh serta menimpa satu unit mobil minibus BG 999 PP yang sedang parkir.

“Untung saja mobil itu lagi parkir, jadi bisa tertahan, karena di bawah atap ada sekitar lima orang dan mereka bisa menghindar,” ujar seorang polisi yang berjaga.

Siap Tanggung Jawab

Sekretaris Dinas Tata Kota Palembang Hasmi Lakoni mengatakan, ambruknya baliho di Jalan Kolonel Atmo akibat hujan deras dan angin kencang, bahkan diduga sudah masuk kategori angin puting beliung.

Baca Juga:  Putusan Romi Inkracht, Harnojoyo Resmi Walikota

Dari hasil pantauan timnya, kondisi reklame masih kuat. Namun angin kencang membuat tiang pancang reklame seolah terangkat dari tanah.

“Pihak advertising akan bertanggung jawab dengan membayar ganti rugi pada pemilik mobil yang menjadi korban robohnya baliho tersebut. Korban tidak perlu khawatir dengan kondisi mobilnya, pihak advertising akan mengganti,” terangnya.

Hasmi juga meminta warga jika melihat kondisi reklame sudah cukup mengkhawatirkan dapat segera melaporkannya ke Dinas Tata Kota Palembang.

“Bisa juga lapor ke lurah atau camat setempat, sehingga bisa langsung dicek untuk mengantisipasi kembali robohnya reklame dan menyebabkan korban lain,” katanya.

Mika, perwakilan dari Demang Advertising mengatakan, pihaknya akan mengganti rugi atas kerugian yang diakibatkan robohnya baliho milik perusahaan tempat ia bekerja. Bosnya, yang saat ini diketahui sedang berada Singapura, akan segera pulang dan mengurus semuanya.

“Kebenaran saya juga baru saja sampai, Mas. Namun yang jelas, sesuai perjanjian kita akan ganti rugi dengan tiga mobil yang hancur akibat tertimpa baliho milik perusahaan kami,” jelasnya sambil pergi meninggalkan sejumlah wartawan. # ris/ren

 

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...