Geltek Jadi Percontohan Pertanian Ideal
# Presiden Hadiri Hari Pangan Dunia di Palembang
Palembang, BP
Dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia yang digelar di Palembang, 17-22 Oktober mendatang, penyelenggara mendirikan area Gelar Teknologi (Geltek) di kawasan Jakabaring Sport City (JSC). Area Geltek ini akan menjadi tempat percontohan untuk pertanian segala jenis pangan yang dibudidayakan di Sumsel.
Dalam peringatan tersebut, Presiden RI Joko Widodo akan hadir dan Sumsel, khususnya Palembang, akan menjadi tempat bersejarah, di mana Hari Anti Kelaparan Indonesia akan dideklarasikan di sini.
Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumsel Harmanto mengatakan, area Geltek dibuat khusus di atas lahan 1,5 hektar untuk menguji coba tanaman yang cocok ditanam di wilayah Sumsel untuk memajukan ketahanan pangan Indonesia.
Pembangunan area Geltek ini dimulai pada bulan Juli. Kini, area Geltek telah menjadi kawasan yang nyaman, asri dengan berbagai macam tanaman yang ada di sini. “Dalam Geltek ini, dibuat lima bagian kluster yakni mini display, holtikultura, pangan, perkebunan, peternakan, dan integrasi,” paparnya, Rabu (14/10).
Banyak tanaman di sini mulai dari tanaman jagung, umbi-umbian, buah-buahan, tanaman obat, sayur mayur, dan masih banyak lagi.
Berdasarkan hasil ujicoba selama ini, dia mengungkapkan tanaman yang tidak cocok ditanam di Sumsel yakni holtikultura yang hanya cocok bagi daerah yang bersuhu dingin. Namun Sumsel cocok ditanami palawija seperti kedelai, jagung, padi.
Karena tempatnya yang nyaman, banyak masyarakat yang mengunjungi dan berkeliling area Geltek ini untuk sekadar melihat-lihat dan berfoto. “Selama ini banyak juga orang yang datang masuk ke Geltek dan kita bolehkan melihat akan tetapi dengan catatan tak boleh petik dan merusak tanaman,” ungkapnya.
Ia berharap area Geltek ini akan bisa dijadikan area agro wisata sebagai pilihan masyarakat Palembang untuk melihat kebun dengan berbagai macam tanaman di sini.
Selain akan mengunjungi area Geltek, Presiden Joko Widodo pun akan dijadwalkan melakukan tanam padi perdana IP 200 di Desa Palu, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.
Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir mengatakan, dirinya sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan tempat pelaksanaan penanaman perdana padi yang akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Persiapan yang dilakukan sudah sangat baik.
“Sejauh ini persiapan yang dilakukan Pemprov Sumsel sudah sangat baik. Kami yakin peringatan HPS ini akan berjalan sukses karna Sumsel sendiri sudah berpengalaman,” tuturnya.
Selain menanam padi, Jokowi pun akan menyerahkan bantuan teknologi pertanian kepada para petani.
Pj Bupati Ogan Ilir Yulizar Dinoto mengungkapkan, pihaknya sudah mempersiapkan secara matang agar bisa menjadi tuan rumah yang baik bagi kedatangan Presiden. Pihaknya akan mengerahkan ratusan petani yang ada di kabupaten tersebut dan masyarakat sekitar untuk menyambut Jokowi.
Dirinya menjelaskan, dipilihnya Desa Palu sebagai lokasi penanaman padi karena memang lokasi tersebut merupakan salah satu desa yang sukses melakukan program tanam dua kali setahun (IP 200).
“Ini berdasarkan penilaian pusat. Lahan di Desa Palu merupakan lahan lebak. Namun bisa diairi karena sudah melakukan pompanisasi jadi air bisa didapatkan dari sungai,” jelasnya.
Pompanisasi ini, dijelaskan pria yang merangkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel ini pun bisa menekan terjadinya kebakaran lahan di OI, khususnya Pemulutan.
“Dulu, Pemulutan merupakan salah satu kecamatan yang sering sekali terbakar. Namun saat ini bisa berkurang berkat pompanisasi yang dilakukan oleh anggota TNI Kodam II/Sriwijaya dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Indonesia,” ungkapnya.
musim hujan saja, tapi musim kekeringan juga masih bisa ditanami. Kita mengambil air sungai dari TNI pipanisasi. Sehingga kebakaran bisa ditekan. OI bisa dijadikan contoh. Panen dua kali. Sekali panen dapat berapa.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam kesempatan ini menekankan kepada Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumsel untuk mengantisipasi dan mematangkan segala persiapan.
Alex menuturkan, saat ini predikat lumbung beras terbesar se-Sumsel berada di Kabupaten Banyuasin dan OKU Timur di tempat kedua. Dia mengimbau agar kepala daerah bersangkutan lebih memperhatikan masalah pangan terutama beras, yang terancam akibat kemarau panjang ini.
Dia menegaskan bahwa bukanlah peringatannya yang penting, namun apakah rakyat khususnya masyarakat Sumsel sudah terpenuhi pangannya secara ideal atau belum.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumsel Taufik Gunawan mengatakan, Presiden RI Joko Widodo hadir didampingi banyak menteri dan tak kurang dari 90 duta besar negara sahabat pun akan hadir.
Ia menjelaskan, Pemprov Sumsel sudah sangat siap untuk mengadakan helatan akbar ini. Jakabaring yang akan menjadi lokasi utama gelaran ini pun sudah mapan dalam menggelar event skala internasional.
“Nanti ada pameran, gelar teknologi, dan yang paling penting adalah inisiasi Hari Anti Kelaparan Nasional ini. Sumsel akan menjadi bagian dari sejarah penting tersebut. Sumsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional, harus terus memiliki semangat kedaulatan dan kemandirian pangan untuk menyokong stabilitas nasional,” tuturnya.
Dana yang dibutuhkan untuk gelaran empat hari ini dianggarkan dana Rp4,5 miliar. Sebanyak Rp2,9 miliar berasal dari APBD, dan Rp1,5 miliar dari APBN.
Pihaknya pun menyiapkan 400 stand, yang pesertanya akan diisi oleh pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota seluruh indonesia, beserta BUMN dan BUMD di bidang pertanian.
“Di gelar teknologi nanti, akan ditampilkan 18 komoditi unggulan Indonesia khususnya Sumsel dengan 80 varietas yang berbeda-beda. Di sini kita bisa saling bertukar komoditas dan informasi akan diversifikasi pangan kita pun berjalan lancar,” lanjutnya.
Juga akan ada tur ke daerah peternakan dan pertanian di Sumsel. Rencananya, para tamu undangan. Akan dibawa ke Rambutan dan Sembawa yang menjadi sentra peternakan kerbau rawa di Sumsel.
“Pastinya Sumsel bisa bangga menyelenggarakan event besar ini dalam bidang pangan apalagi Sumsel sebagai daerah agraris dengan sektor pertanian yang cukup baik,” pungkasnya. #idz