Atlet Pelatda Sumsel Kurang Nutrisi

16

Palembang, BP

Atlet Sumatera Selatan yang tergabung di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) mengeluhkan asupan makanan, lantaran tidak seimbang antara jumlah kebutuhan dan yang diberikan.

“Kita sering kekurangan. Saya tidak tahu kenapa. Ini tidak hanya terjadi di cabang atletik, tapi juga di basket dan cabang lainnya. Misalnya, 15 orang atlet hanya diberi jatah makan untuk sepuluh orang. Lalu harusnya 18 atlet dikasih untuk 15 orang,” ujar atlet atletik Sumsel, yang enggan disebutkan identitasnya.

Dirinya berharap hal ini jangan sampai berlarut-larut mengingat jarak tempat atlet menginap di Wisma Atlet Jakabaring dengan warung makan cukup jauh.

Baca Juga:  KONI Sumsel Siapkan Anggaran PON 2016

“Bukan itu saja setiap atlet itu beda-beda kebutuhan kalorinya. Tapi yang terjadi sekarang, kadang menunya asal-asalan. Terus ada pakai nasi kotak. Itu kan sangat kurang kalau untuk atlet. Padahal awalnya gak seperti ini tapi sekarang tidak tahu saya,” terangnya.

Ia juga mengeluhkan uang vitamin yang tak kunjung diberikan sehingga dirinya terpaksa mengeluarkan kocek pribadi.

“Uang vitamin juga belum ada. Padahal janjinya akan diberikan di awal. Saya hanya mengatakan apa adanya dan ini juga gak terjadi pada saya saja, tapi juga teman-teman karena kami kan atlet Pelatda untuk Porwil,” ujarnya.

Baca Juga:  Pebalap Legendaris Chandra Alim Akan Uji Skyland Circuit Muba

Ia menyesalkan nanti berimbas pada kondisi tubuh saat turun di Porwil. Pasalnya, pelaksanaan Porwil tinggal 5-6 minggu lagi. Tentu, ini penting bagi atlet-atlet Pelatda.

“Ya, takutnya kondisi ini bisa berpengaruh saat tampil di kompetisi Porwil. Tapi ya, kita tetap tampil maksimal. Jangan hanya menuntut juara umum tapi kurang maksimal supportnya,” tegasnya.

Ditegaskan dia, Porwil merupakan pintu PON meskipun sebagian atlet sudah ada yang mendapatkan tiket PON di nomor-nomor tertentu. Akan tetapi, Porwil juga ajang pemantapan untuk uji kekuatan dari lawan.

Baca Juga:  Gol Tunggal Coman Curi Kemenangan Bayern di Markas PSG

“Yang jelas saya hanya berharap sesuai dengan janji yang dikatakan. Mudah-mudahan ada perubahan untuk perhatian kepada kami, karena kami selalu membawa bendera Sumsel,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua III KONI Sumsel Dhennia Zainal enggan berkomentar. “Saya bagian keberangkatan. Bukan kapasitas saya berbicara. Coba hubungi Pak Musni (Wijaya),” ujarnya singkat.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumsel Musni Wijaya, sekaligus yang bertanggungjawab soal Pelatda, saat dihubungi telepon selulernya tidak aktif. O sug

Komentar Anda
Loading...