Taman Hias Mati Diinjak Manusia

42

Lubuklinggau, BP
Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Lubuklinggau tengah memutar otak untuk mengganti tamanan hias paling cocok di median sepanjang Jalan Garuda. Hingga kini sejumlah tamanan yang mati belum juga diganti sampai ditemukan tamanan hias paling tepat.

“Kami sengaja belum mengganti tanaman hias yang rusak di median Jalan Garuda, mulai dari simpang Masjid Agung Assalam sampai perlintasan rel kereta api. Biasanya kami lakukan tambal sulam tanaman hias yang rusak atau mati, tapi belum kami lakukan sampai menemukan varian tanaman paling cocok untuk di median jalan,” ujar Kepala DKP Kota Lubuklinggau Erwin Armeidi, Selasa (4/8).

Baca Juga:  Dishub dan Bank Sumsel Babel Lubuk Linggau Perkuat Kolaborasi Tingkatkan PAD Parkir

Berdasar pantuan petugasnya di lapangan, penyebab utama tanaman hias rusak dan mati di sepanjang median Jalan Garuda dan Jalan Yos Sudarso akibat diinjak oleh masyarakat yang menyeberang dan melintasi jalan. Padahal di depan Terminal Kalimantan sudah tersedia jembatan penyeberangan orang (JPO). “Mungkin karena tidak ada pagar pembatas di median jalan jadi mereka leluasa nyeberang lewat median jalan. Akibatnya tanaman jadi rusak,” katanya.

Baca Juga:  Pemilu Damai Kewajiban Bersama

Mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol (Kabag Humas) serta Mantan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabandiklat) Kota Lubuklinggau ini menjelaskan, untuk sementara waktu pihaknya berencana menanami median jalan dengan tanaman hias jenis asoka. Namun, rencana ini dapat saja berubah jika ditemukan tanaman hias paling cocok. “Intinya kami ingin menjaga kelestarian tanaman hias yang tumbuh disepanjang jalan. Kami harap masyarakat bisa sama-sama menjaga kelestrian tanaman hias yang ada,” pintanya.

Baca Juga:  Lokalisir Zona Merah Kejahatan

Sementara itu, Ferdi (29), warga Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II mengatakan, ada beberapa titik di sepanjang median Jalan Yos Sudarso juga rusak. “Banyak juga yang mati. Kemungkinan besar bukan karena musim kering atau tidak disiram petugas taman, tapi diinjak-injak orang. Sebab, tanaman paling banyak mati itu berada di perlintasan keramaian aktivitas masyarakat,” katanya. #kur

Komentar Anda
Loading...