Harga Telur Ayam Negeri Meroket Tajam

14

IMG_20150719_112511

PALI, BP
Memasuki lebaran ketiga, harga telur ayam negeri di ibukota  Pendopo Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih mengalami kenaikan yang cukup tinggi, dari harga Rp18.000 per kilogram sepekan sebelum lebaran naik hingga Rp21.000 sampai lebaran ketiga belum ada penurunan.

Hal tetsebut membuat para pembeli telur menjerit, khusunya bagi pengusaha kue, telur ayam akibat harga telur ayam tidak kunjung turun hingga,lebaran ketiga.

Baca Juga:  Ribuan Warga PALI Berterima Kasih kepada Apriyadi

Seperti yang dikeluhkan Lela (50), warga Gang Madjid, salah seorang pengusaha kue, dengan adanya kenaikan harga telur yang senipikan  membuat pembeli kuenya mengalami penurunan karena harga kue juga ikut naik.

“Sejak harga telur naik sebelum lebaran kemaren pemesean kue  mengalami penurunan tidak seperti lebaran sebelimnyo dek, apo lagi lah sudah lebaran cak ini, susah wong nak beli kue, hargo telur hingga hari ini belum turun turun dek, padahal sudah lebaran ketigo,” keluh ibu tiga orang anak tersebut.

Baca Juga:  Puluhan Pelajar Terpaksa Jalan Kaki ke Sekolah

Lela berharap pemerintah bisa menambah pasokan telur supaya telur tidak  lagi naik. “Pemerintah ikut andil membantu mengatasi masalah ini agar masyarakat tidak terus menerus mengeluh akibat kenaikan harga telur ini,” tambahnya, Minggu (19/7).

Tidak hanya Lela yang mengeluh Meri (39), warga Kelurahan Handayani Muliya, Kecamatan Talang Ubi,  juga merasakan hal yang sama akibat kenaikan harga telur yang meroket tajam.

Baca Juga:  Guru di PALI Dibekali Pengetahuan Bahayanya Berita Hoax

“Yo dek mahal nian haga telur sekarang dak nurun nurun dari seminggu sebelum lebaran, apo lagi sekarang sudah memasuki lebaran ke tigo masih be mahal nian,  kami berharap agar Pemerintah bisa mengatasi penurunanya demi rakyat apa lagi harga karet masih mura cak ini,” pungkasnya penuh harapan. #hab

Komentar Anda
Loading...