50 Kali Pencurian, 10 Km Kabel Hilang di Palembang

6

Puluhan besi penyangga trotoar di atas Jembatan Ampera hilang diduga dicuri. Selain besi, trotoar pun terlihat rusak di bagian sebelah kiri dari Ampera menuju Masjid Agung Palembang.

Palembang, BP– Kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Palembang menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Dari sekitar 54 ribu titik lampu PJU yang tersebar di Kota Palembang, hampir 40 persen di antaranya mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut tidak hanya disebabkan faktor usia atau gangguan teknis, tetapi juga maraknya pencurian kabel dan sejumlah komponen PJU.
Kondisi ini terungkap saat Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau langsung kondisi PJU bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Sariansyah Ismail beberapa waktu lalu.
Sariansyah mengatakan, dari total sekitar 54 ribu titik lampu PJU, hampir 40 persen mengalami kerusakan.
“Dari 54 ribu titik lampu, yang rusak hampir 40 persen. Untuk perbaikan butuh pemasangan baru sekitar 20 persen, sisanya perawatan seperti kabel,” kata  Sariansyah, Seni, (31/8/2026).
Besarnya jumlah kerusakan membuat Pemkot Palembang harus menentukan skala prioritas. Perbaikan akan lebih dahulu diarahkan ke jalan-jalan protokol serta sejumlah wilayah perbatasan Kota Palembang dengan Kabupaten Ogan Ilir dan Banyuasin.
Di balik kerusakan PJU tersebut, pencurian menjadi salah satu persoalan terbesar.
Dishub Palembang mencatat sekitar 50 kejadian pencurian sepanjang 2025 hingga 2026. Total kabel yang hilang diperkirakan mencapai 10 ribu meter atau sekitar 10 kilometer.
Sejumlah ruas jalan menjadi lokasi yang berulang kali menjadi sasaran pencuri, di antaranya Jalan Noerdin Pandji, Kolonel H. Burlian, Musi IV, Musi VI Gandus, Angkatan 45 dan Jalan Rivai.
Sekretaris Dishub Palembang Heriyanto mengungkapkan, kerugian akibat pencurian kabel tidak sedikit.
“Di Noerdin Pandji hampir 2.000 meter kabel hilang. Di Musi IV petugas pernah menangkap pelaku dengan peralatan lengkap,” katanya.
Tidak hanya kabel, pelaku juga menyasar sejumlah komponen penting PJU, seperti trafo, kabel LVTC dan konektor atau komponen sejenis MCB yang nilainya mencapai sekitar Rp800 ribu per unit.
Di kawasan Gandus, pencurian bahkan menyasar tiang lampu tenaga surya. Sejumlah lokasi juga dilaporkan mengalami pencurian berulang hingga tiga kali.
Maraknya pencurian menjadi persoalan tersendiri karena Dishub Palembang hingga kini belum memiliki peta lengkap mengenai titik-titik yang rawan menjadi sasaran pencurian.
Sistem pengamanan khusus seperti sensor atau alarm juga belum terpasang di seluruh jaringan PJU.
Untuk mengurangi kejadian berulang, Pemkot Palembang berencana membentuk tim kontrol bergerak atau “Hunter” dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Tim tersebut nantinya diharapkan dapat melakukan pengawasan secara mobile di sejumlah lokasi yang dianggap rawan.
Pemkot juga berencana mengubah sistem pengamanan panel PJU. Panel yang selama ini berada di bawah tanah akan dipindahkan ke posisi yang lebih tinggi dan dilengkapi sistem penguncian menggunakan kode.
Selain itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diminta memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Persoalan PJU Palembang tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengganti lampu atau memperbaiki kabel yang rusak.
Tingginya angka pencurian menunjukkan bahwa perbaikan fisik perlu diikuti sistem pengamanan yang lebih terukur. Jika kabel dan komponen yang baru dipasang kembali menjadi sasaran pencurian, anggaran perbaikan berpotensi terus tersedot untuk memperbaiki kerusakan yang sama.
Karena itu, selain mempercepat perbaikan PJU, Pemkot Palembang perlu memastikan titik rawan terpetakan, pengawasan diperkuat dan sistem keamanan dipasang pada jaringan yang memiliki risiko pencurian tinggi.#udi
Baca Juga:  Masyarakat Palembang Galang Dana untuk Perbaikan Atap Komplek  Komplek Pemakaman  Sultan Abdurrahman Khalifatul Mu'minin. Sayyidul Imam 
Komentar Anda
Loading...