FGD Dokumenter Sejarah di Palembang, Guru-Guru Sejarah Bahas Toponimi Pahlawan Pertempuran 5 Hari 5 Malam

18

Palembang,BP–  Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sekaligus penayangan video dokumenter berjudul “Toponimi Berdasarkan Tokoh Pahlawan yang Gugur pada Pertempuran 5 Hari 5 Malam di Kota Palembang” sukses digelar di Were House Cafe, Jalan Kapten A. Anwar Arsyad No. 20, Siring Agung, Palembang, pada Minggu, 19 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Fasilitasi Kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumatera Selatan.
FGD ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman sejarah toponimi di Kota Palembang, khususnya penamaan jalan yang diambil dari nama tokoh pahlawan yang gugur dalam peristiwa Pertempuran 5 Hari 5 Malam. Melalui penayangan dokumenter dan diskusi interaktif, peserta diajak menelusuri latar belakang historis serta nilai-nilai perjuangan yang terkandung di balik nama-nama jalan di Kota Palembang.

Baca Juga:  Politisi PAN Kota Palembang Ini Minta Pemkot Atasi Kebakaran Lahan Gambut di Kecamatan Sematang Borang

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari perwakilan Dinas Kebudayaan, Kodam II/Sriwijaya, organisasi serta komunitas sejarah dan budaya, dosen dan guru-guru sejarah. Peserta FGD didominasi oleh guru-guru sejarah dari berbagai sekolah di Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, bahkan peserta yang datang dari Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Ketua Pelaksana kegiatan, RM. Ilmi Luthfi, S.Pd., M.Hum., menyampaikan bahwa FGD ini menjadi wadah strategis untuk diskusi dan pertukaran pengetahuan terkait sejarah lokal, khususnya toponimi di Palembang.

Baca Juga:  Polwan Asal Pasuruan Jadi Lulusan Berprestasi Akpol Turki, Erdogan: Salam Untuk Pak Jokowi

“Kegiatan FGD ini dapat menjadi wadah diskusi yang sangat penting terkait sejarah toponimi di Palembang. Terlebih pesertanya banyak guru-guru sejarah dari berbagai daerah, mulai dari Palembang, Banyuasin, hingga ada yang datang jauh-jauh dari Jejawi, Ogan Komering Ilir.

Harapannya, ilmu dan hasil diskusi yang diperoleh dapat disebarluaskan kembali kepada para siswa di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Para peserta memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Mereka menilai dokumenter yang ditayangkan mampu menghadirkan sejarah lokal secara lebih kontekstual dan aplikatif, serta membantu memvisualisasikan peristiwa sejarah sehingga lebih mudah dipahami dan menarik untuk diterapkan dalam pembelajaran di sekolah.

Baca Juga:  100 Ranjang Kelas III RSUD Siti Fatimah Dalam Proses Kerjasama Dengan BPJS

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar, terhadap nilai-nilai sejarah, jasa para pahlawan, serta kearifan lokal Kota Palembang dapat terus meningkat. Selain sebagai media edukasi, kegiatan ini juga mendukung upaya pelestarian budaya dan promosi pariwisata sejarah di Sumatera Selatan.#udi

Komentar Anda
Loading...