Wasekjen PKB Buka Muswil III Sumsel, Tekankan Musyawarah dan Mufakat Dalam  Partai

23
Musyawarah Wilayah (Muswil) III PKB Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang digelar di Hotel Excelton, Palembang, Kamis (18/12).(BP/ist)

Palembang, BP -Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zainul, secara resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) III PKB Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang digelar di Hotel Excelton, Palembang, Kamis (18/12).

Zainul menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai musyawarah dan mufakat sebagai fondasi utama dalam kehidupan berpartai. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKB Sumsel atas perjuangan dan kerja keras mereka dalam menghadapi Pilkada dan Pilpres 2024.

Menurut Zainul, Muswil merupakan amanat organisasi yang harus dijalankan secara terstruktur dan terpimpin. Ia menegaskan bahwa PKB memilih jalan musyawarah sebagai strategi membangun partai yang kokoh di tengah dinamika politik, baik internal maupun eksternal.

Baca Juga:  Kartika Sandra Desi Jabat Wakil Ketua DPRD Sumsel

“Forum musyawarah wilayah ini adalah pilihan sadar PKB dalam membangun partai. Kita ingin partai ini menjadi wadah yang kuat dan matang dalam menghadapi berbagai tantangan politik,” ujarnya di hadapan peserta Muswil.

Zainul menjelaskan bahwa Muswil PKB Sumsel merupakan Muswil ketiga yang digelar setelah sebelumnya dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat. Ia menilai proses Muswil berjalan dengan penuh kepercayaan diri dan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi.

“Alhamdulillah, proses ini kita jalani dengan baik dan berkualitas, tanpa meninggalkan nilai-nilai demokrasi yang menjadi pegangan kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, Zainul mengajak seluruh kader untuk merenungkan akar budaya musyawarah yang telah lama hidup dalam peradaban Islam dan bangsa Indonesia. Ia mencontohkan kepemimpinan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam peristiwa Perang Khandaq (Parit), di mana keputusan penting diambil melalui musyawarah, meskipun pendapat Nabi pada awalnya merupakan suara minoritas.

Baca Juga:  Alasan Sakit , Satu Tersangka Dugaan Korupsi Uji Tera Mangkir Dari Pemeriksaan

“Dari peristiwa itu kita belajar bahwa suara mayoritas belum tentu selalu paling tepat. Namun ketika keputusan telah diambil, maka seluruh pihak harus bersatu. Inilah esensi demokrasi yang kita junjung, sejalan dengan nilai Pancasila, khususnya sila keempat,” tegasnya.

Zainul juga menegaskan bahwa Muswil tidak dimaksudkan untuk mengedepankan voting secara kaku. Menurutnya, musyawarah untuk mufakat adalah bentuk demokrasi yang luhur dan harus diupayakan selama masih memungkinkan.

Baca Juga:  781 Orang Daftar Panwaslih di Sumsel

“Hanya jika mufakat benar-benar sulit dicapai, barulah ditempuh cara lain. Prinsip musyawarah harus selalu menjadi jalan utama,” paparnya.

Zainul berharap seluruh proses dan dinamika di tubuh PKB, termasuk restrukturisasi organisasi, dapat terus mengedepankan semangat kebersamaan dan musyawarah.

“Kami berharap pengurus dan kader PKB Sumatera Selatan dapat menemukan kebersamaan yang kuat melalui forum ini. Mari kita melangkah maju bersama, solid, demi kemajuan partai dan bangsa,” pungkasnya.

Muswil III PKB Sumsel diharapkan menjadi momentum penting konsolidasi internal partai yang demokratis, mengedepankan kebersamaan, serta kearifan lokal dalam setiap pengambilan keputusan.#udi

 

Komentar Anda
Loading...