KCFI Sumsel Gelar Bedah Buku “Perang Kota 120 Jam Rakyat Palembang”

26
Usai dilantik oleh Pengurus Pusat, Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI) Provinsi Sumatera Selatan langsung menggelar kegiatan bedah buku “Perang Kota 120 Jam Rakyat Palembang” di Ruang Mahameru Hotel Swarna Dwipa, Sabtu (29/11/2025).(BP/ist)

Palembang  BP- Usai dilantik oleh Pengurus Pusat, Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI) Provinsi Sumatera Selatan langsung menggelar kegiatan bedah buku “Perang Kota 120 Jam Rakyat Palembang” di Ruang Mahameru Hotel Swarna Dwipa, Sabtu (29/11/2025).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel, Fitriana, S.Sos., M.Si,  H. Asmarullah Mangku Alam—zuriyat pejuang sekaligus LVRI Sumsel & Palembang,  sejarawan Sumsel Drs. Syafruddin Yusuf, M.Pd., Ph.D,  akademisi dan sejarawan Palembang Dr. Kemas A.R. Panji, S.Pd., M.Si, Ketua Umum KCFI Pusat Budi Sumarno; produser dan sutradara, Adisurya Abdy; Director of Photography, Bernhard Uluan Sirait,  perwakilan TNI/Polri; serta para undangan. Acara dipandu oleh moderator Imron Supriyadi.
Ketua Umum KCFI Pusat, Budi Sumarno, yang hadir sebagai pemateri, menilai Sumatera Selatan memiliki modal besar untuk melahirkan karya film yang berkarakter kuat.
“Banyak peristiwa sejarah dan budaya lokal yang sangat potensial digarap menjadi film dokumenter maupun film cerita. Para sineas kita punya kemampuan untuk mengangkatnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KCFI Sumsel, Suterisno  S.E. (Yosef), menegaskan pentingnya menjaga sejarah agar tidak hilang ditelan zaman.
“Sejarah adalah identitas. Kalau terputus, kita bisa kehilangan arah,” tegasnya.
Yosef menyebut kisah heroik Perang Kota 120 Jam sebagai salah satu peristiwa penting yang layak diangkat menjadi film. “Mengangkat kembali peristiwa itu ke layar berarti menjaga memori kolektif warga Palembang tetap hidup,” tambahnya.
Yosef menegaskan bahwa pasca pelantikan, pihaknya akan membangun kolaborasi dengan komunitas film, pemerintah, akademisi, hingga seniman di Sumsel.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini langkah awal untuk melahirkan film-film yang bercerita tentang tanah Palembang dan Sumatera Selatan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong sineas muda untuk lebih berani menggali sejarah daerah sebagai sumber inspirasi. #udi

Baca Juga:  MPR: Kisruh DPT Bisa Diatasi KPU Dengan Transparan
Komentar Anda
Loading...