Wakil Ketua DPRD PALI Sampaikan Belasungkawa  Usai Banjir Bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar

23
Firdaus Hasbullah (BP/ist)

Palembang,BP- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbulah SH MH, menyampaikan belasungkawa atas banyaknya korban akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.

Firdaus menilai, bencana tersebut tidak lepas dari dugaan kerusakan ekosistem dan penggundulan hutan yang semakin meningkat. Kondisi itu, katanya, berperan besar dalam memperparah risiko banjir bandang karena hilangnya fungsi resapan air.

Baca Juga:  9 Fraksi DPRD Sumsel Berikan Pandangan Umum Raperda APBD Provinsi Sumsel 2019

“Pohon dan vegetasi hutan berfungsi seperti spons alami yang menyerap dan menyimpan air hujan. Akar pohon menciptakan pori-pori dalam tanah yang memungkinkan air meresap lebih dalam,” ujarnya, Sabtu (29/11).

Ia menjelaskan, ketika hutan digunduli, fungsi penting tersebut hilang. Tanah menjadi padat sehingga air tidak lagi dapat meresap secara optimal.

“Saya turut berbelasungkawa atas wafatnya saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Semoga bencana ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa pelestarian alam sangat penting bagi keberlangsungan hidup,” tambahnya.

Baca Juga:  Dua Pejambret Luput dari Kejaran Massa

Firdaus juga mengajak masyarakat PALI, Pemerintah Kabupaten PALI, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam. Ia mendorong gerakan penanaman pohon secara berkelanjutan agar ekosistem hutan tetap terjaga.

“Akar pohon berfungsi mengikat tanah dan mencegah erosi. Jika hutan gundul, lapisan tanah atas yang kaya nutrisi akan mudah terbawa arus,” jelasnya.

Baca Juga:  Mobil Travel Vs Kontainer Tabrakan 10 Penumpang  Luka -Luka

Menurutnya, kerusakan ekosistem mengubah cara kerja siklus air secara alami. Lanskap yang seharusnya mampu menyerap dan mengelola air hujan berubah menjadi jalur cepat aliran air, yang pada akhirnya memicu banjir bandang destruktif.

“Karena itu, menjaga hutan berarti menjaga keselamatan kita bersama,” tegasnya.#udi

Komentar Anda
Loading...