Bagindo Togar Butar Butar  Kritisi  Keamanan Palembang:  Sebut CCTV Banyak, Tapi  Tidak Berfungsi Optimal

35
Bagindo Togar BB (BP/IST)

Palembang, BP- Pemerintah Kota Palembang memperkuat sistem keamanan untuk mencegah tindak kejahatan dan menegakkan Peraturan Daerah (Perda). Sebanyak 41 titik wilayah Palembang kini telah dipasangi kamera pengawas (CCTV). 15 titik di antaranya bisa diakses langsung oleh masyarakat.

Namun kebijakan pemasangan CCTV  tersebut di kritik oleh  Pengamat kebijakan politik Sumatera Selatan (Sumsel), Bagindo Togar Butar Butar.
Bagindo  menilai sistem keamanan di Kota Palembang semakin memprihatinkan setelah kembali terjadi aksi kriminal yang menelan korban jiwa.
Sebagai ibu kota provinsi, menurutnya, Palembang seharusnya memiliki sistem keamanan modern yang terpadu, bukan sekadar sporadis atau hanya bagus di atas kertas.
Bagindo menegaskan bahwa pemasangan CCTV aktif 24 jam merupakan kebutuhan mutlak di seluruh titik rawan kejahatan.
Ia menyebut banyak perangkat CCTV yang ada saat ini hanya menjadi pajangan karena tidak berfungsi optimal.
“Jangan banyak CCTV tapi tidak aktif. Harus yang modern, bisa merekam jelas, dan dilengkapi audio. Itu standar keamanan sekarang,” katanya, Jumat, (28/11/2025).
Ia menilai kasus kriminal yang terus berulang menunjukkan pemerintah kota tidak cukup responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat, yakni rasa aman. Tanpa sistem pengawasan yang baik, warga akan terus menjadi korban, dan hal ini berdampak besar pada kenyamanan hidup di kota.
Menurut Bagindo, pemerintah harus mampu menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman dengan dukungan teknologi modern. Tidak cukup hanya mengandalkan patroli konvensional, tetapi perlu memanfaatkan sistem keamanan digital terpadu yang dapat memantau kondisi kota secara real time.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan para ahli keamanan. “Keamanan tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sistem, jaringan, dan sinergi,” ujarnya.
Lebih jauh, Bagindo mengkritik pemerintah kota yang dinilainya lebih aktif di dunia maya ketimbang hadir secara nyata melalui tindakan konkret untuk memberikan rasa aman.
“Tunjukkan pemerintah hadir di tengah keresahan masyarakat, bukan hanya sigap dalam event seremonial atau di media sosial belaka,” katanya.
Sebelumnya   menurutnya terjadi serangkaian insiden kriminal yang membuat warga resah. Terbaru, seorang sopir truk menjadi korban penusukan hingga meninggal dunia. Bagindo menyebut tragedi tersebut sebagai bukti nyata bahwa peningkatan keamanan kota sudah sangat mendesak.
Ia berharap pemerintah kota segera mengambil langkah cepat dan tegas, termasuk memperbarui sistem pengawasan, menambah CCTV berkualitas tinggi, memperkuat koordinasi aparat, dan memastikan seluruh perangkat keamanan benar-benar berfungsi.
“Ini bukan lagi sekadar rekomendasi, tetapi tuntutan keselamatan warga,”  katanya.
Sedangkan Kepala Dinas Kominfo Kota Palembang Adi Zahri, mengatakan bahwa pemasangan ini bukan hanya untuk penegakan aturan, tetapi juga bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi warganya.
“Ya Alhamdulillah hari ini, kita sudah sebar 41 titik CCTV di kota Palembang, 15 CCTV titik rawan kita buka aksesnya semua masyarakat bisa melihat langsung secara,” katanya kepada wartawan, Kamis (27/11/2025).
Adi mengatakan pemasangan CCTV ini salah satu fungsinya untuk menciptakan keamanan bagi warga, lokasi yang kita pasang ini titik rawan yang sering terjadi kejadian pemalakan dan lainnya.
Untuk lokasi-lokasi yang dipasang CCTV yakni Simpang 4 Charitas, Simpang 5 DPRD, Simpang Samsat A Rivai, Masjid Agung, Benteng Kuto Besak (BKB) 1, Simpang Angkatan 45, Simpang Polda, Simpang 4 Macan Lindungan, Benteng Kuto Besak/BKB 2 (Dermaga Point), Bawah Jembatan Ampera, Parkir BKB, Pasar 16 Pempek Tumpah, Kambang Iwak, Jalan Lunjuk Jaya, Depan Punti Kayu, KM 7 Depan Hotel Darma Agung, Pasar 16 Parkir Motor, Titik Banjir KM 12, dan Kampung Kapitan.
Lalu ada Ampera 1, Ampera 2, Ampera 3, Ampera 4, Ampera 5, Ampera 6, Ampera 7, Terminal Karya Jaya Arah Jalan, Terminal Karya Jaya Pintu Masuk Arah Jalan, Terminal Karya Jaya Pintu Masuk Arah Dalam, Terminal Karya Jaya Parkiran 1, Terminal Karya Jaya Parkiran 2, Kebun Sayur Arah Portal, Kebun Sayur Arah Bandara, Depan RS Hermina Basuki Rahmat, Lorong Tangga Takat, Simpang SMA 10, Bawah Jembatan Musi VI, Simpang 5 DPRD Prov, Depan BMKG Kertapati, Jl Sukarno Hatta, Jembatan 1 Plaju.
“Lokasi itu, kita anggap rawan jadi kita pasang CCTV, semoga CCTV ini bisa membantu mengawasi masyarakat Palembang dan menciptakan rasa aman,” katanya.#udi
Baca Juga:  Sirkuit MotoGP Palembang Dibangun Maret
Komentar Anda
Loading...