Program SMART di Sungsang Sukses Pulihkan Ekosistem Mangrove dan Dorong Ekonomi Warga

42
Suasana Lokakarya Penutupan Proyek Riset Aksi SMART yang digelar di Ballroom Hotel Santika Premier Palembang, Selasa (11/11/2025).(BP/udi)

Palembang,BP- Upaya pelestarian lingkungan melalui penanaman dan restorasi mangrove di kawasan pesisir Sungsang, Kabupaten Banyuasin, kini membuahkan hasil menggembirakan.

Program percontohan Sungsang Mangrove Restoration and Ecotourism (SMART) dinilai berhasil memadukan manfaat ekologis dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan tersebut disampaikan oleh Direktur Center for International Forestry Research (CIFOR) Indonesia, sekaligus Ketua Tim Peneliti SMART, Prof. Dr. Herry Purnomo, dalam Lokakarya Penutupan Proyek Riset Aksi SMART yang digelar di Ballroom Hotel Santika Premier Palembang, Selasa (11/11/2025).

“CIFOR-ICRAF Indonesia bersama Universitas Sriwijaya dan Forum DAS Sumatera Selatan telah melaksanakan riset aksi partisipatif untuk mengembangkan model bisnis berkelanjutan yang diterima masyarakat lokal,” ujar Herry.

Menurutnya, keberhasilan program SMART tidak hanya terlihat dari lingkungan yang semakin terjaga, tetapi juga dari peningkatan ekonomi warga sekitar. Melalui kegiatan restorasi, masyarakat kini memiliki sumber pendapatan jangka panjang yang ramah lingkungan.

Program riset aksi ini berlangsung sejak November 2021 hingga November 2025 di wilayah Sungsang. Dalam empat tahun pelaksanaan, proyek berhasil menanam sekitar 60.000 bibit dari delapan spesies mangrove lokal di area yang sebelumnya terdegradasi. Kegiatan ini melibatkan warga Desa Sungsang IV dan Desa Marga Sungsang.

Selain restorasi, proyek SMART juga mengembangkan model bisnis berbasis masyarakat di tiga desa: Sungsang IV, Marga Sungsang, dan Sungsang I.

Baca Juga:  Alex Noerdin : Peringatan HUT RI Ke-74 Tahun Sebagai Ungkapan Rasa Syukur Kepada Allah

Sedikitnya tiga model bisnis baru telah diuji coba, yakni produksi bibit mangrove, budidaya kepiting, dan program adopsi pohon.

Sementara dua model yang telah berjalan sebelumnya—yakni ekowisata serta usaha mikro kecil (UMK) bagi kelompok pemuda dan perempuan—masih terus dilanjutkan dan diperkuat.

Ketua Umum Forum DAS Sumsel, Dr. Syafrul Yunardy, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dengan CIFOR.

“Selama empat tahun, banyak pembelajaran berharga yang kami dapatkan. Semoga hasil proyek ini memberikan dampak luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Syafrul menambahkan, pihaknya juga telah menyusun rencana pembangunan ekowisata di Desa Sungsang IV sebagai upaya mendukung pengembangan ekonomi lokal.

“Harapannya, capaian ini dapat diteruskan agar manfaatnya semakin besar dan berkesinambungan,” tambahnya.

Dari pihak akademisi, Dr. Dessy Adriyani dari Tim Riset Bidang Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Sriwijaya (UNSRI) menilai proyek SMART memberikan pengalaman berharga bagi dunia kampus.

“Program ini tidak hanya berdampak bagi masyarakat, tetapi juga bagi dunia akademik. UNSRI terbuka untuk melanjutkan kerja sama riset aksi demi kemajuan bersama,” katanya.
Dukungan juga datang dari Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melanjutkan program ini.

“Program SMART sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan Kabupaten Banyuasin—mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa merusak ekosistem, mengurangi emisi karbon, dan meningkatkan efisiensi energi,” tegas Erwin.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Minta Dalam Bangun Kawasan Keramasan Harus Miliki RTRW

Dengan keberhasilan proyek SMART, kawasan pesisir Sungsang kini menjadi contoh nyata bahwa pelestarian alam dan peningkatan ekonomi dapat berjalan seiring, menghadirkan masa depan pesisir yang lebih hijau, produktif, dan berdaya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN.Eng menilai dengan adanya pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat akan berdampak lingkungan sekitar sehingga walaupun adanya penanaman 60 ribu pohon mangrove yang dilakukan Cifor tahun ini akan menjadi sia-sia kalau program Smart ini tidak dilanjutkan dan tidak dijalankan dengan menggandeng berbagai pihak .

“ Dengan konsep yang sudah di susun oleh Cifor dan tim ini kayaknya janjian, dimana Kementrian Perhubungan akan melanjutkan pembangunan Palembang New Port dan Cifor sudah membuat konsep ekonomi hijau sehingga ini akan berjalan beriringan,”katanya.

Selain menanaman penangkaran , kurang lebih 60 ribu batang yang sudah di tanam dan dibudidaya pihak Cifor dan dibantu berbagai pihak merupakan hal yang sangat nyata tapi di chapter selanjutnya segera datang.

“Kami berharap kawan-kawan dari Cifor kalau ada session dua jangan lama -lama , karena ini sangat kami harapkan, banyak isu salah satunya pembangunan pelabuhan Tanjung Carat dan sebagainya,”katanya.

Baca Juga:  Reno Anugerah Ajak Ratusan Mahasiswa 'Move On'

Dia berharap penanaman tanaman mangrove ini dapat memberikan konstribusi bagi peningkatan UMKM .

Kades Sungsang IV Romi Adi Candra menjelaskan untuk melakukan restorasi Manggrove di mulai dari penyemaian , pembibitan dan penanaman semuanya dilakukan masyarakat.

“ Seluruh kegiatan restorasi ini melibatkan masyarakat dari awal , kita terkadang kesulitan biaya dan dukungan seluruh stekholder nah itu yang kita harapkan untuk mempermudah masyarakat menanam dan menghasilkan ekonomi yang lebih baik,”katanya.

Sedangkan produk turunan dari tanaman Manggrove menurutnya sabun cuci tangan, sirup, dodol dan lain-lain.

“ Dari hasil manggove ini menjadi tempat berkembang biaknya ikan dan udang-udang dan ikan serta udang kita itu dibuat pempek udang itu dari mangrove,”katanya.

Camat Banyuasin II Ahmad Riduan Ssos Msi menambahkan dengan kegiatan ini bisa mengangkat nama desa dan Kecamatan Banyuasin II .

“ Bisa menambah pertumbuhan ekonomi , contohnya dengan adanya kegiatan-kegiatan ini bisa memperkerjakan masyarakat sekitar dan dari awal masyarakat di libatkan dengan adanya penanaman mangrove dan pekerjaannya dilibatkan masyarakat, “katanya.

Pihaknya berharap kedepan bisa membawa desa -desa lain selain desa Sungsang dalam kegiatan ini.

“ Kami di Banyuasin ini banyak tempat-tempat yang bisa di tanami Manggrove,”katanya.#udi

Komentar Anda
Loading...