PKD Sumsel 2025 Digelar, Upaya Pemprov  Lestarikan Warisan Budaya 

60
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) secara resmi membuka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumatera Selatan 2025 di Taman Budaya Sriwijaya, Jalan Seniman Amri Yahya, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Rabu (5/11/2025) (BP/udi)

Palembang,BP- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) secara resmi membuka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumsel 2025 di Taman Budaya Sriwijaya, Jalan Seniman Amri Yahya, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan tahunan yang mengusung tema “Lestari Budayaku” ini menjadi wadah bagi masyarakat Sumatera Selatan untuk mengekspresikan sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap kekayaan budaya daerah. Acara berlangsung meriah dengan menampilkan beragam atraksi seni tradisional, pameran karya budaya, serta berbagai perlombaan yang melibatkan pelaku seni dari seluruh kabupaten dan kota di Sumsel.

Hadir diantaranya Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI Sumatra Selatan Kristanto Januardi, S.S., M.M, Ketua Komunitas Batang Hari Sembilan, Vebri Al Lintani, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Pandji Tjahjanto,Perwakilan Dekranasda Sumsel, perwakilan Formi Sumsel , Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Sumsel , perwakilan Graha Tehnologi Sumsel, perwakilan Massata Sumsel, perwakilan Kasta Sumsel, perwakilan Forwida Sumsel, sejarawan Sumsel Dr Kemas Ar Panji Spd Msi .

Baca Juga:  Presiden Jangan Ragu Sahkan Peraturan Pemerintah tentang Korps Aparatur Sipil Negara

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Sumsel sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Saptono, SE, M.S, menyampaikan bahwa Pekan Kebudayaan Daerah ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Sumatera Selatan, memperkuat toleransi dan semangat kebersamaan dalam keberagaman, serta memberikan ruang ekspresi bagi para pelaku seni,” ujar Saptono.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini, pemerintah berharap dapat mempererat solidaritas budaya serta menjadikan kebudayaan sebagai potensi pemberdayaan masyarakat menuju kesejahteraan.

Pekan Kebudayaan Daerah 2025 dengan Tema Lestari Budayaku menampilkan berbagai kegiatan menarik, seperti Lokakarya Kekayaan Batik Sumatera Selatan , Lokakarya Sastra Tutur Sebagai Identitas Daerah , Layar Budaya (Nonton Film Budaya ) , Pameran Poto batik dan Pameran Lukisan .

Selain itu, sejumlah perlombaan seni turut digelar untuk menumbuhkan kreativitas generasi muda, antara lain: Lomba Tari Permainan Rakyat atau Olahraga Tradisional, Lomba Gitar Tunggal Irama Hari Sembilan, Lomba Cipta Lagu Daerah, Lomba Fashion Show Batik Sumatera Selatan dan Lomba Tari Kreasi.

Baca Juga:  Sarjan Optimis Didukung Parpol

Kegiatan lomba di Taman Budaya Sriwijaya berlangsung pada 5–6 November 2025, sedangkan pameran foto batik, dan lukisan akan dibuka hingga 11 November 2025. Seluruh peserta akan mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Kita ada partisipan dari Provinsi Jambi tepatnya Kabupaten Tebo akan tampil pada acara Pekan Kebudayaan Daerah ini ,”katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Pandji Tjahjanto, S.Hut., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

“Kita berkumpul dalam suasana penuh semangat dan cinta budaya. Pekan Kebudayaan Daerah ini bukan hanya ajang pertunjukan seni, tetapi juga momentum untuk mengenang kejayaan peradaban Sriwijaya yang telah mengakar di bumi Palembang sejak abad ke-6 hingga ke-13,” ujarnya.

Pandji menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi upaya nyata pemerintah dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif melalui produk budaya lokal, salah satunya Batik Sumatera Selatan.

Baca Juga:  Enam Pelaku Judi Diamankan

“Tahun ini kami mulai mengangkat Batik Sumatera sebagai ikon baru kebanggaan daerah. Selain itu, kita juga berupaya memperkenalkan kembali permainan tradisional agar generasi muda tidak melupakan akar budaya mereka,” tambahnya.

Kegiatan PKD Sumsel 2025 ini menurutnya mendapat dukungan penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumatera Selatan, serta partisipasi dan tamu kehormatan dari berbagai daerah, termasuk perwakilan dari Provinsi Jambi, Kabupaten Tebo, yang turut menampilkan pertunjukan budaya khas daerah mereka.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap kegiatan ini menjadi ruang apresiasi, edukasi, dan kolaborasi kebudayaan lintas daerah, sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Sumsel sebagai pewaris budaya luhur Sriwijaya.

“Pelestarian budaya tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, komunitas seni, akademisi, dan masyarakat agar kebudayaan kita terus hidup dan berkembang,” tutup Pandji Tjahjanto.

Acara di selingi dengan pemukulan rebana bersama dilanjutkan dengan mengunjungi pameran lukisan di Galeri Seni dan mengunjungi Lomba Permainan Rakyat /Olahraga Tradisional yaitu Cak Hadang (Hadang).#udi

Komentar Anda
Loading...