
Palembang,BP– Dunia pendidikan di Sumatera Selatan kembali tercoreng. Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan sesama guru di SMA Negeri 16 Palembang menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.
Seorang guru bernama Yuli Mirza resmi melaporkan rekan kerjanya, S, ke Polsek Sako atas dugaan penganiayaan berat yang terjadi di lingkungan sekolah pada Rabu (15/10/2025). Laporan tersebut tercatat dengan nomor: LP: STTLP/B/498/X/2025/SPKT/Polsek Sako/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel.
Menanggapi insiden ini, anggota Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), M. Oktafiansyah, mengecam keras tindakan kekerasan antar tenaga pendidik.
“Guru adalah panutan bagi siswa. Di sekolah, mereka adalah orang tua kedua. Sudah seharusnya menjadi teladan baik, baik di dalam maupun di luar sekolah,” tegas Oktafiansyah, Sabtu (18/10/2025).
Politikus PKB ini menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara musyawarah dan dialog, bukan dengan kekerasan.
“Setiap persoalan pasti ada jalan keluar. Jika diselesaikan dengan kekerasan, maka pelaku harus diproses secara hukum,” tambahnya.
Ia juga menyayangkan banyaknya persoalan yang menimpa dunia pendidikan di Sumsel akhir-akhir ini, baik yang melibatkan guru maupun siswa. DPRD Sumsel berencana memanggil Dinas Pendidikan Sumsel, pihak SMA/SMK, dan para guru yang terlibat dalam kasus-kasus yang mencuat ke publik.
“Minggu ini akan kami jadwalkan klarifikasi dengan Dinas Pendidikan, sekolah terkait, dan oknum guru yang viral. Tujuannya agar kejadian serupa tidak terulang dan dunia pendidikan kita semakin berkualitas,” pungkasnya.#udi