Ulama dan Majelis Taklim Palembang Tolak PWI-LS, Minta Pemerintah Bertindak Tegas

131

Sejumlah ulama, habaib, dan perwakilan majelis taklim di Kota Palembang secara tegas menyatakan penolakan terhadap organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS). Pernyataan sikap ini disampaikan dalam jumpa pers di Palembang, Selasa (19/8/2025). Penolakan tersebut merupakan buntut dari aksi penyerangan terhadap sebuah pengajian akbar di Pemalang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, yang menimbulkan korban luka.(BP/ist)

Palembang, BP- Sejumlah ulama, habaib, dan perwakilan majelis taklim serta politisi  di Kota Palembang secara tegas menyatakan penolakan terhadap organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS)

Pernyataan sikap ini disampaikan dalam jumpa pers di Palembang, Selasa (19/8/2025). Penolakan tersebut merupakan buntut dari aksi penyerangan terhadap sebuah pengajian akbar di Pemalang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, yang menimbulkan korban luka.

Tokoh-tokoh yang hadir di antaranya Abuya Umar Abdul Aziz Shahab, Ustadz Kemas Ali, Habib Amak, dan Habib Gasim Al Kaff. Dalam kesempatan itu mereka membacakan **10 poin sikap penolakan, sekaligus menyerukan agar pemerintah dan aparat penegak hukum segera bertindak.

  1. Mengutuk keras aksi PWI-LS yang menyerang pengajian akbar hingga menimbulkan korban luka.
  2. Menilai penyerangan dilakukan secara terencana, terstruktur, dan sistematis, terlihat dari ajakan pengerahan massa melalui media sosial.
  3. Menegaskan bahwa aksi tersebut memicu perlawanan spontan masyarakat yang hadir demi membela diri.
  4. Mengingatkan imbauan Habib Rizieq Syihab (HRS) agar umat tetap tenang, menjaga kondusifitas, dan tidak terpancing provokasi.
  5. Menuding PWI-LS melakukan provokasi bermuatan rasis, diskriminatif, hingga upaya adu domba yang mengancam persatuan.
  6. Mendesak aparat segera menangkap pelaku lapangan maupun aktor intelektual di balik penyerangan.
  7. Meminta Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur Sumsel, dan Forkopimda mengambil langkah tegas, termasuk pembubaran PWI-LS.
  8. Menyerukan umat Islam dan masyarakat Indonesia bersatu menolak PWI-LS yang dianggap mengulang pola gerakan PKI di masa lalu.
  9. Mengajak kyai, ulama, dan habaib memperkuat ukhuwah demi menjaga umat dari propaganda musuh Islam.
  10. Mengimbau seluruh ormas Islam, pondok pesantren, tokoh masyarakat, dan elemen bangsa agar waspada terhadap potensi ancaman Neo-PKI.
Baca Juga:  RM Yusuf Indra Jabat Ketua Fraksi PDIP DPRD Palembang

Habib Gasim Al Kaff menegaskan bahwa ulama adalah pewaris Nabi Muhammad SAW yang wajib bersikap tegas menghadapi kezaliman.

“Kalau ada yang mengaku ormas keagamaan tapi tidak paham agama, bahkan tidak tahu siapa Walisongo, lalu menuduh ulama salah, jelas mereka yang keliru. Ini upaya merusak NKRI,” tegasnya.

Sementara ditempat yang sama, anggota DPRD kota Palembang Mgs Syaiful Padli, menilai kelompok- kelompok pemecah bangsa tidak layak berada di Indonesia, karena hal itu akan dilawan rakyat.

Baca Juga:  Ada Apa Dengan Pemkot,Saling Lempar

 

“Kalau ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin memecah belah kesatuan umat, maka saya yakin masyarakat sendiri akan berontak. Jadi jangan ini memicu terjadinya konflik internal masyarakat Indonesia, ” katanya.

 

Ditambahkan Syaiful, ia diajak para ulama, habaib di kota Palembang yang menunjukkan adanya keinginan untuk meluruskan bahwa apa yang dilakukan Habaib, Ulama, ustadz di Palembang, diharapkan zero konflik di Sumsel terus tercipta.

Baca Juga:  KPU Sumsel Serahkan Salinan SK Penetapan Gubernur Terpilih ke DPRD Sumsel

 

“Jadi jangan dilupakan peran ulama, dan kejadian diluar jadi perhatian agar tidak terjadi di Sumsel kususnya di Palembang.  Kita juga meminta pihak terkait untuk menindaklanjuti terkhusus Kesbangpol Palembang, apakah memang sudah terdaftar atau belum (PWI LSS) , jangan- jangan ormas baru ini secara legalitas mereka belum ada, kalau secara peraturan di Republik ini tidak memenuhi syarat, maka ada indikasi memecah belah dan kita menolaknya apalagi memusuhi para ulama, ” katanya.#udi

 

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...