SKK Migas-KKKS Gandeng Wartawan Tanam 31 Ribu Mangrove di Sungsang, Lingkungan Terjaga Ekonomi Warga Terangkat

56
Komitmen menjaga kelestarian lingkungan kembali ditegaskan SKK Migas-KKKS Sumatera Selatan melalui kegiatan penanaman mangrove bersama puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) di Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Selasa (19/8/2025).(BP/ist)

Palembang, BP- SKK Migas-KKKS Sumatera Selatan menggelar kegiatan penanaman mangrove bersama puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) di Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Selasa (19/8/2025).

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan langkah nyata untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Manager Field Community & CID Medco, Hirmawan Eko Prabowo, menjelaskan alasan dipilihnya mangrove sebagai program utama.

“Mangrove punya kemampuan besar menyerap karbon, melawan abrasi, dan menopang ekosistem pesisir. Lebih dari itu, keberadaannya memberi nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar,” ujarnya.

Baca Juga:  Dua Hari Terakhir Jumlah Titik Hotspot di Sumsel Bertambah

Dalam dua tahun terakhir menurutnya 31 ribu bibit mangrove telah ditanam di atas lahan 3,5 hektare. Program ini merupakan bagian dari target jangka panjang menanam mangrove di lahan seluas 13 hektare dengan pendanaan CSR setiap tahunnya.

Camat Banyuasin II, Salinan, S.Sos., MM, menyebut kegiatan ini sebagai momen berharga.

“Selamat datang di wilayah kami, kecamatan terluas di Banyuasin. Semoga kegiatan ini semakin mengenalkan Sungsang kepada masyarakat luas,” katanya.

Baca Juga:  Warga Srimulya Keluhkan Infrastruktur Jalan Hingga Air Bersih Ke Anggota DPRD Palembang ini

Senada, Kepala Desa Sungsang IV, Romi Hardiansyah, menegaskan pentingnya program tersebut.

“Sebagian besar warga kami adalah nelayan. Mangrove bukan hanya pelindung ekosistem, tapi juga penopang ekonomi. Dari mangrove lahir produk unggulan desa: pempek udang, sabun cuci tangan, spray herbal, hingga dodol dan sirup dari buah pedade,” katanya.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafei Syafri, menekankan peran penting wartawan dalam agenda ini.

“Rekan jurnalis bukan sekadar mitra, tapi bagian dari upaya bersama menjaga lingkungan. Melalui pemberitaan positif, kontribusi kegiatan ini bisa dirasakan lebih luas,” katanya.

Baca Juga:  Mencuri, Pemulung Nyaris Tewas Dihajar Masa

Menurutnya, kolaborasi antara hulu migas, pemerintah daerah, masyarakat, dan media harus terus diperkuat agar manfaat lingkungan dan sosial dapat berjalan beriringan.

Tak hanya menjaga ekosistem, kegiatan ini juga membuka peluang besar bagi pengembangan wisata.

“Kini desa kami sedang mengembangkan eko dan edu wisata mangrove, termasuk di kawasan Tanjung Carat. Harapannya, dukungan infrastruktur bisa membuat Sungsang menjadi destinasi wisata unggulan,” katanya.#udi

 

 

Komentar Anda
Loading...