Komunitas Lingkaran Fokus Kolaborasikan Sastra dan Multimedia
Lubuklinggau, BP – Tiga tahun ini, Komunitas Lingkaran fokus pada upaya memasyarakatkan sastra lewat berbagai media. Salah duanya, fotografi dan film.
Hingga tahun 2025, Lingkaran telah menggelar dua kali pameran sastra visual. Mengolaborasikan sastra dan multimedia memang menjadi konsen komunitas ini karena tak banyak pekerja kreatif, baik sastrawan ataupun filmaker, yang mau mengupayakannya.
“Karena nggak ada yang buat, yaaa kita yang jalan!” kata Sri Rahayu, ketua komunitas yang juga menggerakkan perpustakaan publik di kediamannya.
Tahun ini, Lingkaran sukses menggelar Festival Film Sastra Daerah (FFSD). Mengambil tema “Sastra Masuk Desa”, festival ini sukses menyedot ratusan remaja di Limatara.
Dengan semangat swadana dan kerelawanan, FFSD 2025 digelar tidak dalam format pemberian penghargaan (awarding) seperti penyelenggaraan-penyelengaraan sebelumnya.. Tahun ini, festival film yang digelar sepanjang Januari–Mei 2025 ini diselenggarakan dalam format Nobar di enam titik di Lubuklinggau, Musirawas, dan Musirawas Utara.
Sepanjang perhelatan, antusias masyarakat, khususnya kalangan remaja, tak terbendung. Dalam setiap Nobar dan diskusi film berbahasa daerah, durasi selalu molor dan jumlah film daerah yang diputar selalu bertambah. “Alhamdulillah, senang sekali kerja lokal ini dirasakan kegembiraan dan manfaatnya hingga ke pelosok.”
Nobar-nobar itu berhasil menggaet audiens karena Komunitas Lingkaran menyandingkannya dengan temu aktor lokal, lokakarya puisi daerah, dan sastra tutur bahasa daerah. Selain itu pilihan film yang menarik juga membuat FFSD ini berlangsung sukses. (*)