PPBI Cabang Palembang Gelar Pameran & Kontes Bonsai ‘Sriwijaya Berseni dan Berkarya Bersama

33
Komandan Lanal Palembang Kolonel Laut (P) Faisal, M.Tr.Hanla. M.M., CRMP yang membuka acara membuka pameran dan kontes bonsai lokal terbuka 2025 dengan tema “Sriwijaya Berseni dan Berkarya Bersama” pameran dimulai pada 25-30 Mei di halaman Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Jalan POM IX, Kecamatan IB.I, Palembang.(BP/udi)

Palembang, BP- Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Palembang menggelar acara pameran dan kontes bonsai lokal terbuka 2025 dengan tema “Sriwijaya Berseni dan Berkarya Bersama” pameran dimulai pada 25-30 Mei di halaman Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Jalan POM IX, Kecamatan IB.I, Palembang.

Hadir diantaranya Komandan Lanal Palembang Kolonel Laut (P) Faisal, M.Tr.Hanla. M.M., CRMP, Staf Ahli Walikota Bidang Perekonomian Pembangunan dan Investasi Kota Palembang, Riza Pahlevi , Plt Kabag Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Sumsel Muhammad Fakhri Azhar, S.STP.,M.Si, Ketua PPBI kota Palembang  Adam Handoko.
Adapun pameran bonsai terlaksana berkat kerjasama PPBI kota Palembang, DPRD Provinsi Sumsel, Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang dan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) Palembang.
Ketua PPBI cabang  Palembang  Adam Handoko menjelaskan setiap daerah memiliki kekayaan seni dan budaya. Salah satu seni yang berkembang di Pelembang yang sangat pesat adalah seni bonsai. Dari tahun ke tahun, anggotanya terus bertambah. Saat ini yang tercatat ada 300 anggota.
Saat ini menurutnya  PBBI Indonesia totalnya ada 220 cabang.
“Jadi luar biasa perkembangan seni bonsai ini. Dan keadaan adalah kedepan mungkin bangsa Indonesia bisa mengalahkan bangsa Jepang atau bangsa Taiwan,” katanya saat memberikan sambutan saat pembukaan acara pameran dan kontes bonsai lokal terbuka 2025 dengan tema “Sriwijaya Berseni dan Berkarya Bersama” pameran dimulai pada 25-30 Mei di halaman Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Jalan POM IX, Kecamatan IB.I, Palembang, Rabu (28/5/2025) sore.
Pihaknya berharap kedepan pameran ini bisa dimasukkan menjadi satu agenda di Pemkot Palembang.
“Ini potensi yang luar biasa. Karena hobi bonsai ini kan hobi yang produktif, tidak merugikan. Beda dengan hobi burung atau hobi ikan. Itu cepat mati. Tapi kalau hobi bonsai bisa diwariskan sampai ke anak cucunya. Malah bisa menjadi komoditi investasi,”katanya.
Melalui acara ini menurutnya dapat menunjukkan kemampuan dan kreativitas seni bonsai Palembang. Bahwa seni bonsai Palembang tidak kalah dengan daerah lain.
“Semoga Palembang ini menjadi inspirasi dan motivasi untuk semua berkarya dan menghargai masyarakat. Kami PBBI Cabang Palembang siap mengadakan pelatihan dan pendidikan pada masyarakat dan berkolaborasi untuk menunjukkan seni bonsai di Palembang dan sekitarnya,”katanya.
Komandan Lanal Palembang Kolonel Laut (P) Faisal, M.Tr.Hanla. M.M., CRMP yang membuka acara tersebut mengatakan, bonsai merupakan seni yang indah asal Tiongkok dan berkembang ke Jepang yang kini menjadi bagian budaya di berbagai negara termasuk di Indonesia.
Bonsai bukan sekedar tanaman di dalam pot, tapi merupakan karya seni yang mencerminkan kesadaran, ketekunan dan merupakan sebagai filosofi hidup.
“Setiap pohon yang di pamerkan adalah cermin keindahan yang kaya akan nilai-nilai kesadaran, keharmonisan dan keseimbangan antara manusia dengan alam,” katanya.
Menurut Devi Udariansyah selaku Ketua Panitia acara, pameran ini merupakan agenda tahunan PPBI Cabang Palembang. “Ini adalah acara tahunan yang seharusnya digelar setiap tahun, tetapi sempat terhenti karena pandemi COVID-19. Terakhir kami mengadakan acara serupa pada 2021 di Opi Mall dan 2023 di Central Bonsai Palembang,” ujarnya.
Tahun ini, menurutnya pameran diikuti oleh 314 bonsai dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, termasuk Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Lahat, Prabumulih, dan Ogan Ilir. “Komunitas bonsai tersebar di berbagai kabupaten/kota, sehingga peserta sangat beragam,” tambah Devi.
Menurutnya beberapa jenis bonsai yang ditampilkan dalam pameran ini antara lain: Anting Putri, Sancang, Santigi, Serut, Boksus, Sapu-sapu dan Waru.
Menurut Devi, kriteria penilaian bonsai pemenang didasarkan pada kematangan, keserasian, dan kompleksitas bentuk. “Bonsai bukan sekadar tanaman dalam pot, melainkan karya seni yang membutuhkan ketelatenan dan kreativitas,” jelasnya.
Selain sebagai hobi, bonsai juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Devi menekankan bahwa budidaya bonsai dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.
 “Penggemar bonsai semakin banyak, sehingga permintaan akan bahan bonsai juga meningkat. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi peluang ekonomi kreatif,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa budidaya bonsai harus mengikuti selera pasar. “Tidak cukup hanya menanam, tetapi juga perlu memahami konsep seni dan preferensi penggemar bonsai,” tambahnya.
Ketika ditanya tentang kisaran harga bonsai, Devi menjelaskan bahwa harga sangat bervariasi karena bonsai adalah karya seni. “Tidak ada patokan harga pasti. Semuanya tergantung pada bentuk, konsep, kematangan pohon, dan predikat bonsai tersebut,” ujarnya.
Sedangkan mengenai Budidaya bonsai dapat dilakukan melalui beberapa metode, antara lain Stek, Cangkok dan Semai Biji.
Devi menambahkan bahwa perawatan bonsai tidak terlalu sulit asalkan memahami ilmu dasar botani. “Yang terpenting adalah kesabaran dan ketelatenan dalam merawatnya,” katanya.
Devi berharap pameran ini dapat semakin memperkenalkan seni bonsai kepada masyarakat luas. “Kami ingin bonsai tidak hanya dinikmati sebagai hobi, tetapi juga menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.#udi
Baca Juga:  Anggota Satres Narkoba Polrestabes Dites Urine
Komentar Anda
Loading...