Peringatan Ulang Tahun Tamansiswa Ke-102 Di Lingkungan Tamansiswa Palembang Berlangsung Khidmat

84
Suasana Peringatan Ulang Tahun Ke-102 di Lingkungan Tamansiswa Palembang, Rabu (3/7). (BP/udi)

Palembang, BP– Perguruan Tamansiswa Palembang mengadakan kegiatan Peringatan Ulang Tahun Ke-102 di Lingkungan Tamansiswa Palembang. Rabu (3/7) kegiatan berlangsung khidmat .

Kegiatan ini dibagi menjadi 3 sesi bagian, yaitu Sesi Upacara, sesi Penghargaan dan sesi Zoom dengan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Kegiatan ini dimulai sejak pukul 8 hingga selesai, dan diikuti semua anggota pamong Tamansiswa Palembang dari tingkat Taman Indria hingga Universitas. Adapun tema peringatan ulang tahun kali mengusut tema, “Tata Suci Ngesti Tunggal.”, suci batinnya, tertib lahirnya, meningkatkan persatuan dan kesempurnaan.

Dalam kegiatan pertama yaitu Sesi Upacara, semua anggota Tamansiswa Palembang baik siswa maupun pamong berbaris di lapangan Tamansiswa. Pembina Upacara dipimpin oleh Nyi Desfitrina, selaku Ketua Majelis Cabang dibantu oleh Pamong Tamansiswa lainnya. Upacara berlangsung lancar tanpa hambatan, dan di akhir kegiatan langsung disambung ke Sesi Penghargaan.

Selain itu di berikan penghargaan kepada Pamong yang Mengabdi di Tamansiswa Palembang dimana dalam  sesi ini, Persatuan Perguruan Tamansiswa Palembang memberikan penghargaan kepada Pamong-Pamong yang telah mengabdi lebih dari 25 tahun. Penyerahan penghargaan ke Pamong dilakukan oleh anggota Majelis Cabang Harian. Adapun daftar Pamong yang mendapatkan penghargaan di Hari Peringatan Ulang Tahun Tamansiswa ke-102 .

Baca Juga:  DPRD Sumsel Provinsi Siap Tampung Aspirasi Pendemo Penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja

Selain itu juga, di sesi juga dilakukan penyerahan nasi tumpeng sebagai simbolis syukur perayaan hari ulang tahun Tamansiswa Palembang. Disini Nyi Desftrina selaku ketua MCH menyerahkan nasi kepada Ki Yuli Rohbiyanto, diiringi oleh musik dan petasan, memeriahkan kegiatan perayaan.

Seusai penyerahan penghargaan dan pembagian nasi tumpeng, para pamong kemudian berkumpul ruangan audiotorium, untuk mengikuti zoom meeting yang diadakan oleh Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa. Zoom meeting ini diikuti oleh seluruh cabang Tamansiswa di Indonesia, termasuk cabang Palembang. Adapun susunan acaranya, diawali oleh Pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia raya dan Tamansiswa, dan diakhiri dengan pembacaan doa.

Baca Juga:  DPD Partai Hanura Sumsel Dalam Pilgub Sumsel Usung Paslon Dodi-Giri Tapi Keluar Nama Lain

Selanjutnya, acara dibawakan oleh Ki Saur Pandjaitan, selaku Ketua Panitera Tamansiswa. Kemudian, semua peserta mendengar kata sambutan dari Ketua Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa, Ki Sri Edi Swasono. Selanjutnya, para peserta menonton video tentang Kaleidoskop Ki Hajar Dewantara, serta ucapan-ucapan selamat dari berbagai pihak luar seperti anggota DPR RI  Komisi X Ledia Hanifa A dan juga Menteri Pendidikan Kebuadayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim.

Rangkaian kegiatan acara kemudian tutup dengan menyaksikan ucapan selamat ulang tahun Tamansiswa ke 102 dari seluruh cabang Tamansiswa di Indonesia. Acara berlangsung dengan sukses serta meriah dan diharapkan akan tetap sama atau lebih baik lagi di masa akan datang.

“Harap kami Tamansiswa ini bisa berkembang lebih maju lagi dari yang sudah-sudah dan semoga Tamansiswa ini bisa mempertahankan eksistensinya di bidang pendidikan ,” kata Ketua Majelis Cabang Perguruan Tamansiswa Palembang, Nyi Desfitrina SE. M.Si.

Dia juga berharap Tamansiswa kedepan dapat bersaing dengan lembaga pendidikan yang lain.

Baca Juga:  Giri Lepas Kader PDIP Berangkat ke Bali

“ Tamansiswa khan menjadi pelopor pendidikan di Indonesia, dengan tokoh Ki Hajar Dewantara ,” katanya.

Mengenai kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMAN di Kota  Palembang dan Sumatera Selatan (Sumsel)  menjadi perhatian pihak Perguruan Tamansiswa Palembang

Ketua Majelis Cabang Perguruan Tamansiswa Palembang, Nyi Desfitrina SE. M.Si berharap agar kuota PPDB sekolah negeri kuotanya jangan di perbanyak .

“Khan sudah beberapa kali tahapan sehingga efeknya kami-kami diswasta ini khan ya.. kekurangan siswa karena sudah diambil negeri semua,” katanya.

Apalagi dengan sistim zonasi menurutnya mengakibatkan  siswa di lingkungan sekitar Taman Siswa juga di ambil sekolah negeri.

“Itu yang harus kita perjuangkan lewat Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS). tiap tahun ya kita prihatin siswa kita semakin menurun , jadi harapan kami ini bisa ada solusi,” katanya.#udi

 

Komentar Anda
Loading...