Aksi Mandi Bensin Hingga Nyaris Bakar  Diri Warnai Aksi Demo PPDB di Kantor Gubernur Sumsel

72
Aksi Demo PPDB di Kantor Gubernur Sumsel (BP/IST)

Palembang, BP-Nopri. MT, salah satu massa dari PETITUM BERSAMA yang melakukan aksi demo di kantor Gubernur Sumsel nyaris  membakar dirinya dengan bermandikan  bensin sebagai bentuk protes terkait persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Senin (18/3).

Tampak terlihat dilapangan, Nopri. MT yang sudah menyirami tubuhnya dengan bensin ini hampir saja ingin membakar dirinya dengan mencari-cari dan meminta korek api untuk disulutkan ke bajunya.
Selain itu, dalam aksi ini juga sempat  diwarnai ketegangan disaat koordinator aksi meminta mobil komando agar merangsek ke dalam dengan menabrakkannya, tapi beruntung tidak jadi. Aksi demo pun berlanjut dengan kericuhan dimana terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian karena massa aksi mendesak ingin masuk ke halaman kantor Gubernur.
Adapun massa aksi tersebut terdiri dari Enam organisasi seperti DPW Garda Alam Pikir Indonesia, DPW PPMI, DPD GRIB Banyuasin dan PB. FPMP, DPW MSK-indonesia serta Penggiat Demokrasi Macan Tutul ini  menyampaikan aspirasi langsung kepada PJ. Gubernur  Sumsel. Tapi disayangkan PJ. Gubernur tidak berada ditempat dan ini membuat massa aksi menjadi kecewa.
Koordinator aksi, Mukri AS dalam orasinya mengatakan bahwa pendidikan khsusunya di Sumatera Selatan merupakan persoalan fundamental dan pokok bagi suatu Bangsa karena pendidikan jelas berperan dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa. Jika proses awal dalam penerimaan siswa didik baru di pendidikan sudah tidak baik-baik saja maka bisa dipastikan sistem pendidikan akan buruk.
“Bung Hatta pernah berkata bahwa pendidikan adalah jantung hati Bangsa, maka dari itu kedatangan kami ini untuk memberikan kritik dan oto kritik kepada Pemerintah Provinsi terkhusus pada PJ. Gubernur supaya mengembalikan sistem PPDB seperti semula supaya jantung hati Bangsa menjadi baik,” teriak Mukri.
Mukri juga menuturkan bahwa pihaknya meminta kembalikan otoritas PPDB ke Kepala Sekolah, dan Dinas jangan ikut campur apalagi sampai mengkoordinir.
“Kami tegaskan, PJ. Gubernur jangan merusak tatanan atau sistem pendidikan yang sudah ada di Sumsel. Lalu kembalikan PPDB seperti semula, dan jika tidak maka silahkan PJ. Gubernur hengkang dari bumi Sriwijaya Sumatera Selatan ini,” katanya.
Sedangkan Aan Pirang yang juga salah satu koordinator aksi juga turut menyampaikan pendapatnya dengan mengatakan bahwa fungsikan Kadisdik Defenitif, jangan PLH yang membuat kebijakan PPDB yang memonopoli dan merusak sistem pendidikan di Sumatera Selatan. Periksa dan ungkap adanya dugaan grativikasi di Dinas Pendidikan.
“Pecat juga Kepsek SMKN 4 Palembang yang merangkap jabatan di SMAN 22. Lalu pecat PLH Kadisdik, Kabid dan Sekretaris Dinas,” pinta Aan.
Norpi. MT yang tadi sempat ingin membakar diri,  dalam orasinya mengatakan, kalau persoalan pendidikan ini tidak menjadi koreksi Pemerintah Provinsi maka PJ. Gubernur harus angkat kaki dari Sumatera Selatan. Dan dirinya juga meminta kepada PJ. Gubernur agar menghentikan ancaman bahwa setiap Jumat akan ada pelantikan pejabat.
“Apabila aspirasi yang sudah kami sampaikan ini tidak di indahkan oleh PJ. Gubernur, lihatlah dalam waktu dekat nanti kami akan mengepung kantor Gubernur dengan massa yang jauh lebih banyak lagi. Dan ingatlah, saya Nopri juga akan melakukan aksi demo membakar diri,” kata Nopri.
Hal senada juga diutarakan oleh  perwakilan demo , Henni LS dan Andi Cempako yang sama mengatakan jika pihaknya menduga jika peralihan PPDB ini terindikasi adanya kerja sama dengan pihak Telkom dalam sistem PPDB, bahkan diduga persekolah harus mbayar senilai Rp. 5,5 Juta. Mereka juga menegaskan supaya PJ. Gubernur jangan merusak tatanan dan mengobok-obok sistem pendidikan di Sumsel.
Ketua Garda Alam Pikir Indonesia, Yan Coga yang turut menyatakan sikapnya menyayangkan adanya campur tangan Dinas  yang bisa merusak sistem yang ada di PPDB.
“Kami kecewa tidak adanya PJ. Gubernur untuk mendengar aspirasi kami ini. Kami meminta PJ. Gubernur agar mengembalikan otoritas PPDB ke Kepala Sekolah dan segera pecat Sutoko menjadi PLH,” kata Yan Coga.
Edward Candra selaku Asisten I Pemprov Sumsel usai menemui pendemo mengatakan   aspirasi  tadi akan segera disampaikan kepada pimpinan dan terkait PPDB dirinya berharap semua bisa menyesuaikan sesuai aturan dan masyarakat bisa memakluminya.
“Kita selalu terbuka terhadap semua aspirasi dan apa yang sudah disampaikan akan segera kita sampaikan kepada pimpinan,” ujar Edward Candra.#udi

Baca Juga:  Bos Jayaraya Elektronik, Hermanto Wijaya Masuk Islam
Komentar Anda
Loading...