Lembaga Riset Sosial Politik Public Trust Institute  Sebut Ratu Dewa Jadi Pesaing Terberat Fitrianti

22
Peneliti Lembaga Riset Sosial Politik Public Trust Institute Fatkurohman dalam Diskusi Media, Jumat (8/3).(BP/udi)

Palembang, BP- Pasca pileg dan pilpres 2024, geliat pilkada serentak November mendatang kian terasa.

Sejumlah tokoh mulai mengemuka untuk digadang-gadang potensial muncul menjadi kandidat Calon Walikota Palembang 2024 – 2029.
Jika merujuk pada jumlah kursi DPRD Kota Palembang sebanyak 50 kursi dan syarat dukungan pencalonan 20 persen kursi DPRD maka secara rasional paling tidak dimungkinkan ada sekitar 4 pasang calon berasal dari parpol.
Pada akhir Januari 2024 lalu,   Public Trust Institute pernah melakukan pemetaan (maping) politik di Kota Palembang. Digambarkan ada 2 tokoh yang sudah menembus 2 digit elektabilitas yakni Ratu Dewa (Pj Walikota Palembang) dan Fitrianti Agustida (Eks Wawako Palembang 2018-2023).
“Jelang akhir masa kampanye pileg lalu,  Ratu Dewa berada diangka rentang elektabilitas 35 – 47 persen. Kemudian Finda diangka diatas 15 persen,” kata Peneliti Lembaga Riset Sosial Politik Public Trust Institute Fatkurohman dalam Diskusi Media, Jumat (8/3).
Kemudian, sebagai kuda hitam data atau yang menempati posisi 3 ada Ketua DPC Gerindra Palembang Prima Salam diangka 5 persenan dan posisi 4 Basyaruddin Ahmad (Birokrat Pemprov Sumsel) yang selisih tipis dengan Akbar Alfaro.
“Prima Salam sebagai peraih suara terbanyak pemilu 2019 dan 2024 dapil Sumsel 1 DPRD Provinsi, sangat memungkinkan muncul sebagai kandidat pilwako  apalagi sebagai ketua parpol besar di Palembang,”ungkap Bung FK sapaanya.
Kemudian, dibawah 4 besar, ada sejumlah nama bertengger yang bisa saja jelang pendaftaran menggeser elektabilitas diatasnya seperti Basyaruddin ataupun Prima Salam jika terus bergerak di masyarakat.
“Sejumlah nama tersebut adalah Akbar Alfaro, Yudha Mahyudin, HNU, Syaiful Fadli dan juga Charma,”ujarnya.
Dalam maping juga digambarkan meningkatnya elektabitas Ratu Dewa, selain kapasitasnya sebagai Pj, masyarakat juga melihat sosok RD sebagai tokoh yang melekat sederhana, dekat dan perhatian pada rakyat.
“Jika nanti benar-benar maju dan mundur jadi Pj Walikota bakal menjadi pesaing terberat Fitrianti Agustinda pada pilwako mendatang. Dengan modal tersebut Ketua ISNU hanya perlu menjaga pemilih dan memilih pasangan yang tepat dan menguatkan. Begitu juga dengan Finda jika ingin bersaing mulai menimang pasangan yang tepat,”terang Alumni FISIP Unsri ini.
Secara elektoral untuk bisa bersaing menuju pilkada dikatakannya, tokoh tersebut harus bisa masuk di top 4. Untuk itu, para calon kandidat harus sudah mulai untuk mendekatkan diri pada pemilih dan sosialisasi untuk mendongkrak popularitas.
“Praktis baru Ratu Dewa dan Fitrianti Agustinda yang popularitasnya sudah diatas 60 persen,”ujarnya.
Walaupun sudah ada gambaran awal mengenai tokoh-tokoh potensial, namun perkembangan politik menurutnya  bisa saja berubah. Paling tidak ada 3 hal yang bisa mempengaruhi dinamika elektoral. Tiga hal tersebut yakni  opini publik kuat, jejaring politik dan cost (biaya) politik.
“Tiga hal ini jika melekat pada figur kandidat maka bisa dimungkinkan untuk menjadi calon potensial untuk bisa memenangkan pilkada,” katanya.
Tidak mudah untuk menguatkan opini publik figur atau tokoh. Bukan hanya sekedar dekat dengan rakyat tetapi juga bagaimana menjawab keluhan masyarakat. Dengan responsif dan menyisir masalah tersebut bisa menguatkan oponi publik figur tentang gagasan.
“Catatan kita, ada 4 masalah lokal yang menjadi perhatian  besar masyarakat yakni macet, banjir, pengangguran dan kemiskinan. Kemudian juga ada masalah nasional yang secara umum juga dikeluhkan wong Palembang yakni harga sembako naik, kemiskinan dan lapangan kerja,”kata Koordinator Wilayah Sumsel PUTIN ini.
Selain penguatan opini publik, jejaring politik baik di masyarakat dan parpol sangat menentukan.
“Penguatan opini publik figur serta jejaring politik tidak sedikit cost politik yang dibutuhkan. Hal ini sering jadi penentu naik turunnya tingkat elektabilitas kandidat,”katanya.#udi
Baca Juga:  SMB IV Dorong Digitalisasi Naskah dan Manuskrip Bersejarah Palembang
Komentar Anda
Loading...