
Palembang, BP- Penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sumsel melayangkan surat undangan klarifikasi terhadap dua Calon Anggota (Caleg) yang terseret dalam dugaan kasus money politic (politik uang).
Hanya saja, setelah dilayangkan undangan klarifikasi yang dijadwalkan pada Rabu (28/2) keduanya tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Kedua caleg dari Partai Gerindra tersebut masing-masing berinisial PS (Caleg DPRD Sumsel) dan HA (Caleg DPRD Kota Palembang).
Pengamat politik Sumsel Ade Indra Chaniago mengaku sangat prihatin dengan apa yang terjadi, kok bisa-bisanya para elit memberi contoh yang tidak mendidik tersebut, begitu mudahnya para pembuat aturan melanggar aturan. Harusnya mereka memberi pendidikan politik yang baik kepada publik, bukan malah sebaliknya mengajarkan masyarakat untuk melanggar aturan.
“Lebih memprihatinkan lagi ketika dipanggil kok malah mangkir. Ini ada apa nih, mangkir karna ada sesuatu hal yang bisa dimaklumi atau sengaja mangkir untuk melarikan diri atau menghindar dari kenyataan yang sudah terjadi. Saya fikir kasus ini harus dikawal terus oleh teman-teman media. Jadi jangan sampai kasus ini berakhir tanpa ada kepastian hukum,” katanya, Senin (4/3) .
Kasus ini menurutnya harus menjadi contoh sekaligus pembelajaran bagi elit yang lainnya, karna inilah salah satu penyebab prilaku korup dari elit atau pejabat kita, karna bagaimana mungkin cara-cara yang kotor dan tidak mendidik akan mampu melahirkan elit atau pejabat yang bersih.#udi