Pelaku Pemalakan Di Atas Jembatan Ampera di Tangkap Polretabes Palembang

13
Budi Dewantara (32)  Warga lorong Harapan, Kelurahan 7 Ulu Palembang ditangkap polisi lantaran melakukan pemalakan terhadap seorang wisatawan di Jembatan Ampera, Jumat (26/1).(BP/IST)

Palembang, BP- Budi Dewantara (32)  Warga lorong Harapan, Kelurahan 7 Ulu Palembang ditangkap polisi lantaran melakukan pemalakan terhadap seorang wisatawan di Jembatan Ampera, Jumat (26/1).

Saat melancarkan aksinya, Budi terekam kamera sedang memalak wisatawan asal Lampung.

Aksi Budi pun viral di media sosial karena telah mencoreng nama baik Palembang.  Tersagka akhirnya berhasil ditangkap pihak Polrestabes Palembang pada Kamis (25/1) malam.

 

Tersangka Budi mengaku saat menjalankan aksinya tersebut ia sedang mabuk. Pada saat bersamaan korban bersama rombongan dari wisatawan Lampung sedang berkunjung ke Jembatan Ampera.

Baca Juga:  Bantuan Driver Ojol Cair Oktober, Ini Penjelasan Pemkot Palembang

Pelaku melihat korban menaiki tangga Jembatan Ampera langsung mengincar korban untuk dipalak.

“Saya sedang mabuk, begitu lihat korban langsung saya mintai uang,” kata Budi.

Namun Budi meminta uang ke korban tidak dengan cara baik-baik.

Budi diketahui sempat mengancam korban dengan sajam yang ia punya.

Korban yang ketakutan lantas memberikan uang ke pelaku.

Korban pun memberikan uang ke pelaku sebesar Rp 5 ribu.

Baca Juga:  Tergoda Jadi PNS, Rp25 Juta Raib

Setelah mendapatkan uang, Budi kabur melarikan diri.

Terdesak Ekonomi

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, mengatakan, motif Budi melakukan pemalakan karena terdesak ekonomi dan dibawa pengaruh minuman keras.

“Motifnya ekonomi,” kata dia.

Harryo mengatakan, Budi selama pelariannya tinggal di rumah keluargannya di kawasan Sukawinatan.

Namun ia kembali pulang ke rumah karena rindu dengan sang anak.

Baca Juga:  Satu Pelaku Pengeroyokan Indra Ditangkap

“Pelaku ditangkap saat pulang ke rumah,” kata dia.

Terancam 7 Tahun

Akibat perbuatan yang dilakukan Budi, kini pria 32 tahun itu terancam 7 tahun penjara.

Harryo menegaskan atas ulahnya Budi terancam pasal 368 KUHP dan UU Darurat dengan ancaman kurungan penjara 7 tahun penjara.#udi

 

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...