Unsri dan KLHK Gelar Program Desa Mandiri Peduli Gambut 2023 di Banyuasin dan Pali

43
Universitas Sriwijaya (Unsri)  bekerjasama dengan Direktorat Pengendalian Kerusakan Restorasi Gambut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaksanakan kegiatan Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) tahun 2023. (BP/IST)

Palembang, BP- Universitas Sriwijaya (Unsri)  bekerjasama dengan Direktorat Pengendalian Kerusakan Restorasi Gambut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaksanakan kegiatan Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) tahun 2023.

Program ini melibatkan masyarakat secara aktif dalam pemulihan Ekosistem Gambut, serta mengubah sikap dan perilaku yang ramah terhadap Ekosistem Gambut.

Program ini didanai sepenuhnya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Kerjasama ini merupakan bentuk kegiatan dalam upaya menanggulangi kerusakan ekosisten gambut melalui pemberdayaan masyarakat. Kondisi Ekosistem Gambut di Indonesia pada umumnya dan Sumsel khusunya mulai mengalami degradasi terutama disebabkan oleh kegiatan yang tidak sesuai misalnya pembuatan drainase di lahan Gambut untuk menyiapkan lahan pertanian menyebabkan mengeringnya lahan Gambut dan meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Kegiatan pemulihan Ekosistem Gambut berbasis masyarakat untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya perlindungan dan pengelolaan Ekosistem Gambut dilaksanakan melalui Desa Mandiri Peduli Gambut tersebut.

Program Desa Mandiri Peduli Gambut ini, dipercayakan KLHK kepada Universitas Sriwijaya melalui ikatan kerjasama dalam rangka pendampingan masyarakat dalam pemulihan ekosistem gambut di desa-desa yang menjadi target pelaksanaan.

Baca Juga:  Mengenal Muba Lewat “Lorong” Demokrasi

Tim Pendamping Program Desa Mandiri Gambut (DMPG) Universitas Sriwijaya yang diketuai oleh  Prof. Dr. Ir. Ahmad  Muslim, M.Agr. dengan anggota yaitu Bapak Ir. Sabaruddin, M.Sc. Ph.D, Ir. Mirza Antoni, M.Si., P.hD., Dr.  Riswani, S.P., M.Si, Tanbiyaskur, S.Pi., M.Si dan Tri Jayanti, S.P mengadakan pendampingan yang melibatkan tenaga Fasilitator Masyarakat (FM) terhadap Tim Kerja Pengelolaan dan Perlindungan Ekosistem Gambut (TKPPEG) di Desa Tirto Raharjo, Desa Sido Mulyo 20,  Desa Air Gading di Kabupaten Banyuasin dan Desa Air Itam. Desa Tempirai, Desa Prambatan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Melalui Program ini, masyarakat yang selama ini membuka lahan gambut dengan cara yang tidak tepat, seperti dengan cara membakar ataupun melakukan eksploitasi vegetasi di lahan gambut, diberikan pendampingan melalui kegiatan yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis sehingga masyarakat tidak melakukan pengrusakan terhadap ekosistem gambut, sekaligus mendapatkan tambahan pendapatan untuk perbaikan kehidupan ekonominya.

Baca Juga:  Ikadin Palembang dan FH UMP Gelar FGD Putusan MK No 90, Praktisi Hukum Sumsel Sebut Hukum Kini Ditunggangi Kepentingan Politik

Salah satu ketua TKPPEG di Desa Air Itam yaitu  Husein menyatakan bahwa dengan adanya program DMPG ini merasa sangat terbantu dan tidak lagi mencari penghidupan dengan merusak lahan gambut.

“Saya dan anggota kelompok TKPPEG  Karya Penukal Desa Air Itam, serta semua kalangan yang terlibat langsung sangat terbantu dengan adanya program Desa Mandiri Peduli Gambut. Kami sangat berterima kasih kepada KLHK dan tim dari Universitas Sriwijaya. Dengan program ini, kami mampu membeli 14 ekor Sapi dan memanfaatkan lahan gambut untuk menanam vegetasi yang dapat dijadikan pakan sapi,” katanya, Minggu (31/12).

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua TKPPEG Jaya Bersama Desa Air Gading Kabupaten Banyuasin, Suratman.

“Pendampingan yang dilakukan pihak Universitas Sriwijaya sangat membantu, dimana kami menjadi paham bahwa  dampak yang ditimbulkan dengan membakar lahan gambut sangat buruk. Kami juga menjadi paham bagaimana peran gambut dalam mengendalikan karbon. Selain itu, melalui kegiatan ini bisa membantu kami dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Harapan saya dengan sapi yang telah kami miliki, kami dapat melakukan pengembangbiakan sapi sehingga menjadi lebih banyak untuk dapat meningkatkan perekonomian,” katanya.

Baca Juga:  Sumsel Belum Siap Terima Dana Desa

Kegiatan Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) ini sebelumnya dimonitoring langsung oleh tim dari Direktorat Pengendalian Kerusakan Ekosistem Gambut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia oleh Eka Jatnika Ariffin, S.Hut.

Monitoring dilakukan untuk memastikan bahwa program berjalan dengan baik dan melihat secara langsung bahwa Program DMPG mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan manfaat dalam pengendalian ekosistem gambut di wilayah setempat.

Kegiatan Desa Mandiri Peduli Gambut ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan masyarakat berharap program-program pemberdayaan seperti ini terus dapat dilaksanakan oleh pemerintah untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat serta turut menjaga pelestarian lingkungan hidup.#udi

 

 

Komentar Anda
Loading...