Puluhan Remaja Tawuran di Taman Sekanak Lambidaro Palembang Ditangkap Polisi

18
21 remaja pelaku tawuran di Taman Sekanak Lambidaro Palembang tak berkutik saat ditangkap polisi, Minggu (17/12) sekitar pukul 04.00 WIB. (BP/IST)

Palembang, BP- 21 remaja pelaku tawuran di Taman Sekanak Lambidaro Palembang tak berkutik saat ditangkap polisi, Minggu (17/12) sekitar pukul 04.00 WIB.

21 pelaku tawuran yang terdiri dari 14 orang masih berstatus anak bawah umur, sedangkan sisanya sudah berusia diatas 17 tahun.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono didampingi Kasat Reskrim AKBP Haris Dinzah mengatakan, tawuran yang dilakukan kelompok remaja itu menjurus ke penganiayaan dan penguasaan sajam.

Baca Juga:  Sebar Berita Hoaks Jukir Rumah Sakit Di Palembang Diamankan

“Ini sudah tiga hari atau empat hari sebelumnya terjadi indikasi peristiwa tawuran yang ada. Kemarin puncaknya, kita lakukan tindakan tegas,” kata Harryo, Senin (18/12).

Dijelaskan, motif aksi tawuran tersebut dilakukan tanpa ada sebab.

Dimana, anak-anak muda menggunakan sarana media sosial (medsos) untuk mengundang rekan-rekannya agar terlibat aksi tawuran.

“Kami amankan 21 anak-anak remaja dan sudah dikelompokkan. Satu sudah kita tetapkan tersangka penguasaan sajam seusai dengan UU Darurat tahun 1951, kemudian menyita dua sajam jenis celurit, serta kayu yang ujungnya diberi paku untuk senjata tawuran,” katanya.

Baca Juga:  Perlu Ada koordinasi Antara Lembaga Dalam Kembalikan Nilai Budaya Sumsel

Menurutnya 14 anak yang tertangkap akan  direhabilitas bersama Dinas Sosial.

“Dan lima yang tertangkap dewasa, kami bina secara internal kepolisian dengan kita kenakan wajib lapor seminggu dua kali,” katanya.

Masih dikatakan oleh Harryo, aksi tawuran ini sudah sangat sering terjadi.

Oleh karena itu, rilis yang mereka lakukan bertujuan untuk memberikan efek jera kepada kaum muda yang hobi tawuran.

Baca Juga:  Polda Sumsel Tangkap 71 Tersangka Nakoba

“Tujuan untuk informasi kepada anak-anak, remaja yang memiliki hobi tawuran agar dipikir lagi dampak dan resikonya. Kami akan tidak tegas, mempidanakan apabila memenuhi unsur pidana,” katanya.#udi

 

 

 

Komentar Anda
Loading...