Dua Pelaku Penyalahgunaan BBM Modus Modifikasi Kendaraan Ditangkap Polisi

44
Personel Direktorat Intelkam Polda Sumsel yang mencurigai dua kendaraan berjenis truk box melakukan pengisian BBM jenis Solar dengan waktu yang tidak normal termasuk cukup lama, Kamis (14/12).(BP/IST)

Palembang, BP- Personel Direktorat Intelkam Polda Sumsel yang mencurigai dua kendaraan berjenis truk box melakukan pengisian BBM jenis Solar dengan waktu yang tidak normal termasuk cukup lama, Kamis (14/12).
Akhirnya pemud berinisial SA (25) dan J (24) keduanya warga Palembang, mereka tertangkap saat berada di SPBU yang ada di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar.
Setelah digeledah, teryata dua truk jenis box itu telah dimodifikasi dimana di setiap boxnya terisi dua buah babytank berukuran 1 ton.
“Modusnya mereka akan melakukan pengisian seperti kendaraan lainnya, dimana Tanki mobil itu sudah dimodifikasi dengan mesin pompa yang akan menyalurkan ke Babytank yang ada di dalam box,” kata Plh Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Putu Yudha Prawira SIK, Senin (18/12).
menurutnya, ada tiga SPBU yang kerap menjadi tempat mereka melakukan pengantrian BBM Subsidi, dimana dua SPBU lainya yakni SPBU Polygon dan SPBU Sukosari.
“Mereka ini bisa disebut juga jadi penyebab di SPBU khusus pengisian BBM jenis solar subsidi ngantri panjang,” katanya.
Agar tak dicurigai, kedua pemuda ini juga telah menyiapkannya 10 akun my Pertamina, dan sejumlah plat. Bahkan kepada petugas SPBU juga mereka menyiapkan uang tip, dimana perliternya dihitung kelebihan Rp500.
“Dia tidak langsung mengisi full, tapi mengantri berulangkali minimal untuk mengisi penuh dua babytank itu butuh waktu seminggu,” katanya,
Yang mengejutkan, aksi kedua pemuda ini sudah berlangsung lama dan mereka juga hanya diperintah dengan upah per ton dihargai Rp300.000.
Dari hasil interogasi terhadap keduanya, BBM subsidi yang dibelinya itu rupanya langsung ditampung ke truk tangki putih biru yang notabene merupakan truk angkutan BBM industry.
“Mereka mengantarkan ke rumah bos mereka berinisial A, disana langsung dipindahkan ke truk tangki biru, yang sejauh ini kita curigai akan menjadi oplosan ke asal Muba atau dijual kembali ke industri,” ucap dia.
Atas perbuatan penyalahgunaan BBM subsidi ini kedua pemuda asal Palembang ini disangkakan melanggar pasal 55 UU RI nomor 22 tahun 2001 yang diubah ke Pasal 40 angka 9 UU RI No 6 Tahun 2023 tentang perubahan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja.Dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp80 miliar.
SA salah satu tersangka penyalahgunaan BBM mengaku sudah beraksi lebih dari tiga bulan terakhir.
“Saya hanya di upah per ton, Rp 300 untuk satu ton,” katanya.
SA mengaku tak tahu apa yang dilakukannya itu merupakan pelanggaran pidana. Dia nekat melakukan ini dengan alasan himpitan ekonomi.#udi

Komentar Anda
Loading...