Sultan Palembang  Ajak Masyarakat Menjaga Arsip Untuk Membuka Sejarah Di Masa Lalu

45
Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn yang menjadi narasumber Bimbingan Teknis Pengelolaan Arsip Organisasi  Masyarakat, Perusahaan Swasta dan Masyarakat Tahun 2023, Kamis (9/11) di Hotel  Emilia Palembang.(BP/udi

Palembang, BP- Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan Arsip Organisasi  Masyarakat, Perusahaan Swasta dan Masyarakat Tahun 2023, Kamis (9/11) di Hotel  Emilia Palembang.

Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn yang menjadi narasumber menjelaskan kalau sejarah  panjang Kesultanan Palembang Darussalam tidak terlepas dari  arsip-arsip yang ada.

“ Dimana arsip-arsip tersebut tidak hanya milik  Kesultanan Palembang Darussalam juga arsip-arsip dari berbagai sumber, ada pula dari catatan-catatan orang asing, catatan-catatan pelaut-pelaut sehingga mengetahui adanya Kedatuan Sriwijaya , Kesultanan Palembang Darussalam dan sejarah-sejarah lain dari arsip-arsip yang ada,” katanya.

Dan tanpa adanya arsip-arsip ini baik arsip tertulis seperti dokumen-dokumen, poto-poto yang menarasikan  sehingga kita akan tahu kebesaran kita dimasa lalu .

Baca Juga:  Pemerintah Masih Idolakan Bidang Infrastruktur Daripada Selamatkan Cagar Budaya

“ Dan anak cucu kita juga tahu ini lho bukti kita di masa lalu itu,” katanya.

Arsiparis Ahli Madya Mochamad Satrianto, menekankan tata kelola arsip dibutuhkan untuk melestarikan nilai guna dan peruntukannya sebagai sumber informasi yang sah dalam mendukung kegiatan administrasi yang akuntabel dan transparan yang memainkan peran penting dalam pengembangan masyarakat dengan cara menjaga dan membantu memori individu maupun kolektif.

Hal senada dikemukaan Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumsel, Hj. Tarbiyah S.Pd., MM.

“Kami mengimbau pada ormas, perusahaan swasta dan masyarakat untuk melaporkan arsip yang bernilai sejarah ke Dinas Kearsipan,” katanya.

Menurutnya, arsip bersejarah begitu penting karena menjadi bukti sejarah.

Untuk itu diberikan edukasi pada ormas, perusahaan swasta dan masyarakat tentang pentingnya melaporkan arsip atau dokumen yang bernilai sejarah.

Baca Juga:  RUU Sistem Perbukuan, Buku Teks di Sekolah Dihilangkan

“Tanpa mereka kita tidak akan tahu ada dokumen atau arsip apa saja yang bernilai sejarah.”

“Karena sejauh ini belum ada laporan arsip dari ormas, perusahaan swasta ataupun masyarakat.”

“Yang ada dari OPD,” katanya

Menurutnya, dengan adanya arsip paling tidak ada dokumen terkait sejarah yang ada.

Harapannya, dengan adanya kegiatan Bimtek ini semua elemen masyarakat mau melaporkan jika memiliki atau menemukan dokumen bersejarah ke Dinas Kearsipan.

“Kita juga berusaha di Dinas Kearsipan ini ke depannya bisa jadi tempat untuk kunjungan pariwisata bagi masyarakat dan sekolah-sekolah.”

“Dengan begitu masyarakat akan tahu arsip-arsip yang ada,” katanya

Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Nelson Firdaus menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung kegiatan yang diadakan Dinas Kearsipan Provinsi Sumsel.

Baca Juga:  Pupuk Non Subsidi di Banyuasin “Ganti Harga”

“Permasalahan kearsipan bukan hanya urusan pemerintah tetapi menjadi tanggung jawab kita semua.

“Kegiatan ini menjadi terasa penting bagi kita, untuk bersama-sama mewujudkan arsip sebagai pencatat sejarah dan arsip sebagai memori kolektif daerah,” kata Nelson.

Menurutnya, masyarakat perlu sadar akan pentingnya arsip.

Arsip bukan hanya untuk sebuah lembaga, namun juga ada di masyarakat.

“Mari bersama sama, berkaloborasi dalam menata menyelamatkan arsip untuk warisan bagi bangsa negara serta anak cucu kita diwaktu mendatang.”

“Melalui acara hari ini saya mengajak, saya menghimbau agar bapak ibu peduli dalam menyelamatkan arsip,” katanya.#udi

 

 

Komentar Anda
Loading...