Penyulingan Minyak Liar Kembali Terbakar di Muba, 3 Pelaku Ditangkap

86

Kebakaran penyulingan minyak tradisional  di Pal 7 Desa Bangun Sari Kecamatan Babat Toman Musi Banyuasin (Muba), Kamis (22/6), sekitar pukul 23.30 WIb berhasil di usut Polres Muba. Tiga pelaku berhasil diamankan polisi.(BP/IST)

Palembang, BP- Kebakaran penyulingan minyak tradisional  di Pal 7 Desa Bangun Sari Kecamatan Babat Toman Musi Banyuasin (Muba), Kamis (22/6), sekitar pukul 23.30 WIb berhasil di usut Polres Muba. Tiga pelaku berhasil diamankan polisi.

Kapolres Muba AKBP Siswandi mengatakan setelah kejadian kebakaran tersebut pihak memburu pelaku.

Tiga pelaku berhasil diamankan. Ketiganya adalah Beli Pirnanda (21), Prandika (20), dan Merzi (20), kesemuanya waga Teluk Kijing II Kecamatan Lais Kabupaten Muba.

Ketiganya diangkap di tempat penyulingan minyak ilegal tanpa perlawanan dan langsung diamankan di Polsek Babat Toman.

Baca Juga:  Akhirnya, SAR Gabungan Temukan ABK Jukung yang Meledak di Sungai Musi 

Dijelaskannya Kapolres, ketiga orang tersebut sedang berada di dalam pondok di lahan tempat pengulingan minyak ilegal, setelah diinterogasi ketiganya mengaku bekerja di tempat penyulingan minyak ilegal milik Baslin alias Ujang.

Mereka diketahui sebagai pekerja yang melakukan aktivitas melakukan kegiatan penyulingan di tempat tersebut dan mendapat upah dari Baslin.diupah Rp. 400 ribu per orang untuk setiap kali melakukan penyulingan minyak,’’ katanya, Sabtu (24/6).

Para tersangka sudah melakukan kegiatan tersebut sudah sejak 2 tahun yang lalu.

Sementara Kasatreskrim Polres Muba AKP Morris Widhi Harto SIk menambahkan bahwa penyebabnya kebakaran masih dalam penyelidikan

Baca Juga:  4 Sekawan Spesialis Pencurian Rumah Kosong Palembang Ditangkap Polisi

Tersangka dikenakan Pasal 53 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Migas, sebagaimana telah diubah dalam pasal 40 angka ke – 8 UU RI Nomor 6 Tahun 2023 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja menjadi Undang-undang jo Pasal 55 ayat 1 ke – 1 KUHPidana.

Ancaman hukumannya 5 tahun penjara maksimal dan denda maksimal Rp50 miliar.

Dari kejadian tersebut, ditambahkan Morris, pihaknya mengamankan beberapa barang bukti di TKP.

Baca Juga:  Anggota DPD RI Asal Sumsel Ini  Nilai Pentingnya Sertifikasi  Pelestarian Budaya di Sumsel

Barang bukti tersebut berupa 1 blower keong yang terdapat pipa besi dengan panjang sekitar 150 cm, 2 unit mesin sedot, 1 selang ulir dengan panjang sekitar 10 meter.

Selain itu tedmon kapasitas 1.000 liter 2, drum besi dengan muatan 210 liter, dan 1 tungku yang terbuat dari plat besi dengan kapsitas 3.780 liter.

Kemudian 1 tungku yang terbuat dari plat besi dengan kapsitas 10.290 liter, 2 batang kayu puntung yang sudah yerbakar, dan 1 jeriken yang berisikan cairan berwarna kuning. #udi

 

Komentar Anda
Loading...