Bandar Arisan Online Dilaporkan ke Polisi 

121
Tertipu arisan online hingga ratusan juta, Windi Martini (41) warga Jalan Srijaya Negara, Kecamatan IB I, Palembang, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang didampingi kuasa hukumnya Septa Purwani guna membuat laporan polisi (LP) lantaran telah tertipu arisan online dengan total kerugian Rp451 juta, dan melaporkan terlapor inisial LO yang diduga melarikan uang arisan tersebut.(BP/ist)

Palembang, BP- Tertipu arisan online hingga ratusan juta, Windi Martini (41) warga Jalan Srijaya Negara, Kecamatan IB I, Palembang, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang didampingi kuasa hukumnya Septa Purwani guna membuat laporan polisi (LP) lantaran telah tertipu arisan online dengan total kerugian Rp451 juta, dan melaporkan terlapor inisial LO yang diduga melarikan uang arisan tersebut.

Arisan online diketahui mulai macet sejak November 2022 lalu. Memang awalnya lancar saja,

Baca Juga:  Danlanud SMH Terima Tim Wasrik Itkoopsau I

“Lima bulan awal arisan lancar saja, dengan sistem arisan menurun dan menyetorkan uang Rp4,5 juta setiap bulan. Saya ikut 15 arisan kemudian sudah dua kali ikut arisan lancar, akan tetapi arisan ketiga ini mulai ada macet – macetnya,” kata  Windi usai membuat laporan, Selasa (9/5).

Dirinya ikut arisan mulai bulan Juni 2022 lalu, dan setiap mendapat arisan hingga Rp50 juta. “Namun semenjak arisan itu macet saya tidak pernah mendapatkan uang arisan lagi,” katanya.

Baca Juga:  Fraksi PKS DPRD Sumsel Minta Pemprov Sumsel Alokasikan Anggaran Untuk Guru Islam Non Sertifikasi

Windi mengatakan sebelumnya telah melakukan somasi kepada terlapor, namun saat somasi kedua terlapor tidak datang dan tidak bertanggung jawab.

“Saya sempat bertemu saat somasi, namun mediasi kedua ada perjanjian terlapor mau ganti uang bagaimana caranya dia bertanggung jawab, tapi tidak datang. Semenjak itu tidak pernah ada itikad lagi dan selalu mengelak,” katanya.

Menurutnya  terlapor selalu berasalan dan berjanji akan membayar uang arisannya namun hingga kini belum ada kabarnya. “Selalu banyak mencari alasan, berkata sabar dan menunggu untuk menjual asset.

Baca Juga:  Kemendag Musnahkan 900 Bal Pakaian Bekas Impor Senilai Rp10 Miliar

“Alasan dia banyak sekali sabarlah, lalu katanya dia mau jual asset. Terlapor ini sehari – hari punya usaha tempat makan,” katanya.

Kuasa hukum Septalia Purwani mengatakan usai melapor polisi dirinya berharap terlapor bisa menepati janjinya sesuai perjanjian awal. “Kami ingin terlapor bertanggungjawab. Uang milik klien kami segera dikembalikan,” katanya.#udi

 

Komentar Anda
Loading...