DPO Penganiayaan Hingga Korban Meninggal Ditangkap Polsek SU II

108
Sebelumnya dua pelaku penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia ditangkap, kembali lagi anggota unit Reskrim Polsek SU II dipimpin Kanit Reskrim Iptu Andrian, berhasil menangkap satu pelaku lagi yakni Fikri Ramadhan (23) warga Jalan KH Azhari Kecamatan SU II Palembang, ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya,  pada Rabu (26/4) sekitar pukul 16.30.(BP/IST)

Palembang, BP- Sebelumnya dua pelaku penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia ditangkap, kembali lagi anggota unit Reskrim Polsek SU II dipimpin Kanit Reskrim Iptu Andrian, berhasil menangkap satu pelaku lagi yakni Fikri Ramadhan (23) warga Jalan KH Azhari Kecamatan SU II Palembang, ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya,  pada Rabu (26/4) sekitar pukul 16.30.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono didampingi Kasat Reskrim AKBP Haris Dinzah melalui Kapolsek SU II Palembang, Kompol Bayu Arya Sakti, membenarkan telah mengamankan satu DPO pelaku penganiayaan.

“Sebelumnya dua pelaku sudah kita tangkap yakni M Keny Hermanto (19) dan Muhammad Ridwan (21) dan masih mengejar dua orang lagi masih DPO,” katanya, Kamis (27/4).

Baca Juga:  Pemkot Palembang Siapkan Draft 11 Kebijakan Penerapan PSBB

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Jalan KH Azhari, Lorong Beringin, Kecamatan SU II Palembang, pada Minggu (23/4/23) sekitar pukul 00.30 WIB yang mengakibatkan korban Periansyah (25) mengalami luka-luka dan Apriansyah (22) meninggal dunia.

“Setelah menangkap dua pelaku terlebih dahulu, setelah dilakukan pemeriksaan didapat keberadaan tersangka Fikri dan anggota langsung melakukan penangkapan dirumahnya,” katanya.

Kejadian berawal saat pelaku Fikri (tertangkap) bertemu dengan pelaku Mustofa (DPO) di Rental PS. Lalu, pelaku Mustofa mengajak pelaku Fikri membantu pelaku Ridwan (tertangkap) untuk membalas dendam.

“Menurut keterangan para pelaku, mereka menuju ke Jalan Pratu Musa dan telah menunggu pelaku Keny (tertangkap) dan Wak Wek (DPO), kemudian pelaku Ridwan mengajak mereka mencari Korban untuk balas dendam,” katanya.

Baca Juga:  Dana Pendampingan APH di BPPD Kota Palembang Telan Biaya Rp1 M

Pada saat bertemu di Jalan Pratu Musa, pelaku Fikri sudah melihat pelaku Ridwan membawa senjata tajam (Sajam) jenis celurit. selanjutnya pelaku Fikri dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy nopol BG 6490 AAE membonceng pelaku Mustofa.

Sedangkan pelaku Wak Wek membonceng pelaku Keny dan Ridwan, Sebelum ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) para pelaku mampir ke rumah pelaku Ridwan mengambil dua bilah sajam jenis pedang di dalam rumah pelaku Ridwan, lalu di berikan kepada pelaku Mustofa dan Keny.

Dengan mengendarai dua unit motor para pelaku menuju ke TKP, sesampainya di TKP pelaku Fikri dan Wak Wek di perintahkan pelaku Ridwan menuggu di depan lorong Beringin Jaya, sedangkan Ridwan membawa sajam jenis celurit, pelaku Keny membawa pedang dan Mustofa membawa pedang menuju ke TKP melakukan kekerasan terhadap korban.

Baca Juga:  Wakapolda Sumsel Cek Pembagian Nasi Kotak

“Menurut keterangan pelaku Di TKP mereka langsung membacok pelipis dan kepala korban sehingga korban terluka dan satu korban lainnya meninggal dunia,” katanya.

Menurutnya  setelah mereka melakukan kekerasan terhadap korban para pelaku melarikan diri. “Tinggal dua pelaku lagi masih dalam pengejaran, untuk barang bukti (BB) yang diamankan yakni satu unit motor Honda Scoopy nopol BG 6490 AAE dan satu unit motor BeAT Street nopol BG 4125 ADP,” katanya.#udi

Komentar Anda
Loading...