Survey Politika Institute  Tentang Pilkada Palembang 2024 , Ini Hasilnya

963
Ratu Dewa dan Fitrianti Agustinda (BP/ist)

Palembang, BP- Berdasarkan  temuan lembaga survei Politika Institute ketika melakukan paparan survei bertajuk Preferensi Pemilih Calon Walikota Palembang 2024,  Kamis (9/2) menyebut Sekda kota Palembang  Ratu Dewa  berhasil unggul dari beberapa nama-nama kandidat calon Walikota Palembang yang akan maju pada pilkada serentak 27 November 2024.

Ratu Dewa  unggul dari  beberapa nama-nama  kandidat calon walikota Palembang yang digadang-gadangkan akan maju dalam pesta demokrasi lima tahun mendatang. Hal ini terungkap dalam temuan lembaga survei Politika Institute ketika melakukan paparan survei bertajuk Preferensi Pemilih Calon Walikota Palembang 2024,  Kamis (9/2).

Direktur eksekutif Politika Institute, M. Ramadhan Adhitia, S.Sos, Msi, M. I.Kom mengungkapkan beberapa temuan yang menarik. Pertama, tingkat pengenalan (popularitas)  masyarakat terhadap calon walikota Palembang  menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan  di gelar 27 November 2024 sudah cukup baik.Pengenalan calon walikota Palembang dari media dan sosialisasi terekam saat survei digelar ada beberapa nama yang cukup menonjol dan sudah dikenal, disukai serta dipilih masyarakat.

Baca Juga:  Usulkan Perda Pahlawan Daerah

“Untuk pengenalan  calon Walikota Palembang, popularitas  Fitrianti Agustinda (91 %) dengan tingkat kesukaan (akseptabilitas)  diangka 86 %.  Diurutan kedua Ratu Dewa dengan popularitas 68 % dan akseptabilitas 97 %. Kemudian H Nasrun Umar dengan popularitas 60 % dan akseptabilitas 69 %. Sedangkan nama-nama lainnya  Ahmad Zulinto, Yudha Pratomo, Akbar Alfaro, Basyarudin Ahmad, Hendri Zainudin, Zainal Abidin, Mgs Syaiful Fadli, RM Yusuf Indra Kesuma, Charma Afrianto, Zaitun Mawardi Yahya, Fri Hartono belum mencapai angka di atas 60 % dalam hal popularitas dan akseptabilitas, “terang Ramadhan.

Kedua, masih kata Ramadhan, Ratu Dewa memiliki sentimen yang paling positif dibandingkan dengan nama calon lainnya. Dengan popularitas yang belum  maksimal tersebut, angka akseptabilitas (tingkat kesukaan) cukup tinggi. Hal ini akan berdampak dengan tingkat keterpilihan (elektabilitas).  Ratu  Dewa memiliki ruang gerak yang lebih besar untuk menaikkan elektabilitasnya di bandingkan dengan calon lain yang sudah mempunyai popularitas yang tinggi atau mentok.

Baca Juga:  Ngaku Polisi, Arief Masuk Bui

“Modal Ratu Dewa dalam hal popularitas dan akseptabilitas lebih positif sentimennya. Temuan survei, elektabilitas Ratu Dewa unggul dari  calon lainnya. Trend popularitas dan akseptabilitas ini akan diikuti dengan tingkat keterpilihan (elektabilitas)  yang tinggi juga. Temuan saat survei digelar,  elektabilitas Ratu  Dewa (37,8 %), Fitrianti Agustinda ( 32,5 %) sementara nama-nama calon lainnya masih berada di bawah  5 %. Kuatnya tarikan elektoral Ratu Dewa dari berbagai indikkator pasti berkat kerja keras Ratu  Dewa yang dilakukannya di masyarakat. Dalam konteks ini,  mengingat bukan hal yang mudah untuk menyalip elektabilitas pesaing utamanya yang akan kembali maju sebagai calon walikota Palembang,”  papar Ramadhan.

Lebih lanjut pria yang sudah  lima belas tahun di lembga riset survei ini mengatakan, faktor elektabilitas secara statistik menjadi patokan utama bagi siapa saja yang akan maju dalam kancah pilkada kota Palembang mendatang. Jarak elektabilitas bagi calon walikota Palembang harusnya tidak terpaut jauh dengan calon yang  berada di puncak elektabilitas. Terlebih lagi, apabila jarak elektabilitas terlalu jauh (sudah melebihi 30 %), maka akan sulit bagi calon-calon lainnya untuk mengejar elektabilitas tersebut.

Baca Juga:  Gubernur Sumsel Dinilai Tak Serius Dalam Penanganan Covid-19

“ Sekarang ini, ada dua nama saja yang terekam elektabilitasnya yang cukup kuat, Ratu Dewa dan Fitrianti Agustinda. Nama-nama calon lainnya harus lebih super ekstra lagi bekerja keras  untuk meyakinkan masyarakat Kota Palembang agar dipilih menjadi Walikota Palembang. Pilkada kota Palembang tidak lah lama kalau dilihat dari kaca mata politik, bisa saja pemilih akan menjadi  kuat (massive) pilihannya kepada dua nama tersebut,” kata  pria yang juga bekerja  sebagai peneliti utama lembaga survey Benua Institute ini.

Politika Institute mengelar survei dengan melibatkan 420 responden (42 kelurahan) yang tersebar secara proporsional di Kota Palembang 25 Januari-5 Febuari 2023. Marjin off error  +/_ 5 % dengan selang kepercayaan 95 %. Metode penelitian multistage random sampling dengan wawancara tatap muka.#udi

 

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...