Menurutnya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menujam ke bawah lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber, menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik ( oblique thrust ).
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” ia menegaskan.
Pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat agar menghindari bangunan retak atau rusak diakibatkan gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” ucap dia.
Ia menerangkan, untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi yakni Instagram atau Twitter dengan akun @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id.#gus