Gudang Pengoplos Solar di Kertapati Digerebek Polisi, Dua Orang Diamankan

88
Subdit 4 Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menggerebek gudang yang diduga tempat melakukan kegiatan Illegal Drilling di Palembang. (BP/IST)

Palembang, BP- Subdit 4 Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menggerebek gudang yang diduga tempat melakukan kegiatan Illegal Drilling di Palembang.

Gudang pengolahan solar subsidi dan solar illegal yang digerebek itu berada di Jalan Mayor Jenderal Satibi Darwis, Kecamatan Kertapati Palembang Sabtu (7/1)  pukul 22.30 WIB.

Dari penggerebekan ini polisi menangkap dua orang pria berinisial DAA (30) warga Kompleks Belleza, Kavling B, Nomor 6, RT 005 RW 007, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Bandung, Jawa Barat dan MK (20), warga Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati.

Baca Juga:  Melawan, Pelaku Curat Ditembak

Pelaku mengoplos solar industri dengan BBM hasil sulingan dari Kabupaten Muba. Minyak solar asli di oplos dengan minyak hasil sulingan dengan campuran bleaching ditambah bahan kimia dan cuka para hingga menyerupai solar Pertamina.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Barly Ramadhany mengatakan modus operandi yang dilakukan tersangka mencampur minyak sulingan dari Muba dengan solar industri. Pengoplosan ini dilakukan didalam gudang yang diantar langsung dengan mobil.

Baca Juga:  KPID dan KPU Sumsel, Periksa Materi Iklan Paslon

Solar industri yang akan diangkut dengan kendaraan tangki biru BBM. Lalu solar industri itu di-bleaching dengan minyak sulingan ditambah bahan kimia dan cuka para,”kata Barly , Senin (9/1) .

Dikatakan Barly, minyak solar yang sudah di oplos digudang dinaikkan lagi ke mobil tangki biru sebanyak 40 ton, 20 ton dari minyak sulingan, 14 ton hasil campuran blecing dan 6 ton nya dari minyak solar industri.

Baca Juga:  Ajak Penggemar Bernostalgia, Westlife Sukses Guncang Panggung JSC

“Dari penggerebekan ini kami mengamankan barang bukti diantaranya bahan kimia blecing, cuka para alat pengaduk untuk mengaduk campuran bahan bahan kimia, pompa, babytangki, solar hasil oplosan dan banyak lagi barang bukti lainnya,” katanya.

Tersangka MK mengaku baru sekitar tiga bulan terakhir melakukan praktik ilegal dengan produksi mencapai 10 ton per-hari.#udi

 

Komentar Anda
Loading...