DPRD Sumsel Panggil Manajemen PT JSC

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sumsel Agus Sutikno
Palembang, BP–Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan Agus Sutikno mengatakan kalau Kompek Jakabaring Sport City (JSC) adalah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.
“Makanya pemerintah waktu itu membentuk PT Jakabaring Sport City tujuannya adalah pengelolaan , pemanfaatan termasuk perawatan dari aset-aset yang ada di JSC baik aset yang dibangun Provinsi maupun hibat atau penyerahan dari pusat dan swasta,” kata Agus usai rapat di Komisi III DPRD Sumsel, Jumat (5/7).
Karena itu, Sabtu (6/7), pihaknya akan mempertanyakan hal tersebut kepada pihak manajemen PT JSC saat rapat di Komisi III DPRD Sumsel.
“PT JSC itu penyertaan modalnya sudah Rp35 miliar, kita juga mau mempertanyakan perkembangannya bagaimana,” katanya.
Menurutnya kalau JSC sudah dikelola PT JSC seharusnya PT JSC memanfaatkan penyewaan dan sebagainya dan hasilnya untuk melakukan perawatan di JSC.
“Mendengar informasi yang saya terima dari media, saya prihatin, prihatinnya begini. didirikannya PT JSC dengan diberikan modal puluhan miliar itu harapannya adalah pemanfaatan, pengelolaan, pengamatan aset di JSC. Jika dikelola pemerintah, pertama akan membebani APBD terus sementara pemerintah tidak mempunyai fungsi untuk mungut parkir, sewa menyewa itu maka didirikan badan usaha, itu malah PT bentuknya, PT itu diberikan kewenangan untuk memanfaatkan, mengelola apa sewa, apa kontrak, hasil dari situ diharapkan bisa untuk memberikan dana bagi perawatannya,” kata politisi PPP ini.
Sebelumnya atlet binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan, terutama cabang olahraga loncat indah menyampaikan komplain atas fasilitas yang dipakai di venue Akuatik Jakabaring Sport City (JSC) Palembang lantaran akibat padamnya listrik yang terjadi di JSC Palembang beberapa hari lalu membuat sirkulasi air yang ada di venue tersebut tidak berjalan.
Akibatnya beberapa atlet mengalami penyakit gatal-gatal dan mata terasa pedas lantaran lumut hijau tumbuh di dasar kolam sehingga terkesan kotor.
Hal ini diperparah dengan kondisi JSC yang menunggak listrik sehingga jika malam Komplek JSC gelap gulita hanya lampu taman yang hidup, belum lagi hampir seluruh venue di JSC tidak mendapatkan perawatan sehingga terkesan terlantar.#osk