BeritaPagi Kembali Gelar Diskusi Akhir Tahun Part II, Mencari Sosok Ideal Walikota Palembang
PALEMBANG, BP – Diskusi akhir tahun terhadap persoalan mengenai sosok ideal seperti apa yang cocok untuk menjadi Walikota Palembang tentu sangat menarik untuk diperbincangkan. Kali ini BeritaPagi mewadahi kegiatan tersebut melalui Diskusi Akhir Tahun Part II yang bertajuk ‘Mencari Sosok Ideal Walikota Palembang 2024-2029’ yang diselenggarakan di Kantor BeritaPagi, Palembang, Sabtu (31/12/2022).
Kegiatan ini juga diselenggarakan secara online yaitu melalui live streaming instagram di akun Berita Pagi yakni beritapagi_now dengan menghadirkan beberapa narasumber kondang seperti Ir Suparman Roman yang kini menjabat sebagai Sekretaris Koni Sumsel dan stafsus Pemkot Palembang, Yan Hariranto Spd selaku salah satu aktivis Sumsel yang kerap menyuarakan pendapatnya untuk kemajuan Palembang dan DR. Junaidi selaku Direktur Eksekutif Kuala Musi Politika serta Muhammad Hamdani yang menjabat sebagai ketua Pondok Pesantren Sumsel. Diskusi ini dipandu langsung oleh General Manager Berita Pagi, Kemas Khoirul Mukhlis.
Diskusi diawali dengan narasumber pertama yakni Suparman yang aktif dalam menyampaikan tanggapannya mengenai dunia perpolitikan mulai dari pendapatnya mengenai tim sukses hingga sosok Walikota seperti apa yang dibutuhkan masyarakat Palembang saat ini.
Menurutnya, seorang calon Walikota Palembang harus mengetahui segmen dan visi misi apa yang akan ia cetuskan untuk kemajuan Kota Palembang terlebih dahulu.
Dikatakannya, setiap kepala daerah terdahulu mempunyai visi-misinya masing-masing, oleh karena itu kita tinggal menunggu apa yang akan dicetuskan oleh calon kepala daerah nantinya, dan itu harus disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan Kota Palembang saat ini.
“Misal dengan perbaikan dan penerapan kebijakn baru yg lebih baik di pelayanan publik, apabila itu diangkat saat kampanye maka akan menjadi isu menarik, contohnya di PDAM dan Transmusi,” ujarnya dalam diskusi akhir tahun part II BeritaPagi di Palembang, Sabtu (31/12/2022).
Menurut Suparman, pada saat PDAM lalai atau beralasan trouble yang mengakibatkan layanan air terhenti, masyarakat jarang sekali melakukan aduan, kalaupun ada pengaduan dari masyarakat, pihak PDAM pun tidak serta merta mendapatkan sanksi karena berbagai alasannya, berbeda hal nya dengan pelayanan publik lainnya.
Dari contoh kasus tersebut, Suparman berpendapat, calon walikota Palembang dapat menjadikan persoalan tersebut untuk diangkat menjadi isu kampanyenya yaitu dengan memberikan sanksi kepada PDAM apabila lalai dan tidak mempunyai alasan yang konkrit atas permasalahan yang telah dilakukan.
Dilanjutkannya, Pariwisata di Kota Palembang juga harus ditingkatkan, walikota Palembang nantinya harus menjual Kota Palembang menjadi Kota Pariwisata dengan menerapkan anggaran lebih demi kemajuan berlangsungnya proses Kota Pariwisata Palembang.
Sementara itu, Yan juga menyampaikan pendapatnya akan hal tersebut, yakni walikota Palembang kedepannya harus dapat meningkatkan kinerja pelayanan publik. Menurutnya hampir semua pengurusan di setiap instansi di Kota Palembang sangat lamban dan memakan waktu lama dalam prosesnya.
Selain itu walikota Palembang di masa mendatang harus fokus dalam memperbaiki tatanan kota sehingga tidak menyebabkan kebanjiran seperti saat ini.
“Mengenai masalah banjir saat ini, ini semua dikarenakan penataan Kota Palembang yang tidak tertata sedemikian. Pemerintah nantinya harus memberi kebijakan baru yang berlaku untuk setiap masyarakat dalam pembangunan bangunan dan sebagainya,” timpal Yan.
Di sisi lain, Junaidi mengatakan, seorang calon Walikota Palembang harus mempunyai komitmen kuat dengan visi-misinya tersebut baik ia mencalonkan diri dari Partai Politik maupun perseorangan/independen.
Menurutnya, politik itu adalah seni, seni dalam meraih kesuksesan dengan taktik apapun. Artinya siapapun yang memenuhi syarat berhak meraih tiket untuk mengikuti Pilkada dan terpilih menjadi Kepala Daerah, kata Junaidi.
Hamdani pun ikut menyampaikan mengenai persoalan tersebut, ia memilih sosok pemimpin yang religius untuk dapat dipercaya membawa Kota Palembang sebagai kota yang religius dengan diiringi kemajuan baik di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan maupun infrastruktur.
Religius menurutnya adalah pemimpin yang memiliki akhlak baik dan amanah dalam memimpin suatu daerah.
“Jadi bukan hanya tampangnya saja yang kelihatan religius tetapi juga lebih ke perbuatannya untuk orang-orang sekitar hingga masyarakat luas,” katanya. #adl