Fatkurohman: Nomor Urut Partai, Pertarungan Simbol Politik
NOMOR urut partai peserta pemilu 2024 sudah ditetapkan, hal ini menjadi start adanya pertarungan simbol politik. Nomor partai dalam komunikasi politik bagian dari strategi komunikasi simbol untuk menarik minat calon pemilih.
“Semakin unik dan mudah diingat nomor parpol, maka akan mempermudah dalam branding komunikasi politik melalui simbol,” kata Koordinator Wilayah Sumsel Public Trust Institute, Fatkurohman kepada BeritaPagi, Minggu (18/12).
Menurutnya, secara sosiologis, ada nomor-nomor unik yang erat dengan masyarakat Indonesia terutama pemilih nasional dan religius seperti nomor 1 (persatuan), 3 (tiga pilar kebangsaan), 5 (Pancasila, 5 waktu), 9 ( Walisongo), 17 (17 rakaat) dan lain sebagainya.
Simbol-simbol tersebut dalam pemilu sering dikaitkan dengan sosial kultur bangsa Indonesia, tujuannya menarik simpatik melalui simbol-simbol tersebut.
“Semakin mudah diingat simbol tersebut maka juga akan memudahkan dalam memperkenalkan dan membangun emosional pemilih melalui simbol, oleh karena kreativitas parpol dalam mengemas simbol nomor parpol menjadi kunci utama dalam komunikasi ini,” katanya.
Kemudian, kampanye melalui komunikasi simbol bukan penentu utama bisa menang. Dalam sistem pemilu dengan proporsional terbuka maka figur menjadi sangat penting. Seringkali figur-figur caleg akan menentukan tingkat keterpilihan parpol terutama bagi partai-partai baru.
“Selain komunikasi simbol tersebut, partai baru harus mampu menampilkan figur-figur yang populer dan memiliki modal sosial yang baik, jika tidak maka akan kalah dengan partai lama yang sudah populer dan memiliki basis atau party id yang kuat,” ucapnya.
Terakhir, partai baru jika ingin bersaing harus mampu memiliki basis utama seperti partai-partai yang sudah eksis. Misalkan PDIP di Jateng, PKB Jatim, PAN Yogyakaarta dan Jambi. Golkar luar jawa, PPP Jateng dan Yogya, PKS Jawa Barat, Demokrat Jatim dan Banten, Gerindra Jabar.
“Parpol baru bakal diuji ke depan untuk bisa merebut atau menggerus basis-basis partai-partai lama yang sudah eksis. Jika tidak maka parpol baru hanya sebagai pennggembira dalam pemilu,” ia memungkasi.#gus