Oleh : Muhamad Setiawan / Cek Wan (Kerabat Kesultanan Palembang Darussalam)
- Setelah beberapa kali keliling Kraton Yogyakarta yang masih berdiri kokoh hingga kini, aku teringat dengan Kraton di kota ku, Kraton Kesultanan Palembang Darussalam. Inilah 5 Kraton Peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam
-
- Kraton Kuto Gawang (terletak di Kampung 1 Ilir Palembang Lamo, kini lokasinya sudah menjadi lokasi PT. Pupuk Sriwijaya) Kraton ini ditempati oleh para Raja Kerajaan Palembang ketika masih menjadi kerajaan vatsal mataram, mulai Ki Gede Ing Suro sampai Pangeran Sido Ing Rejek. Kraton ini sudah tidak dapat kita saksikan lagi keberadaannya
- Kraton Beringin Janggut (kini lokasinya sudah menjadi lokasi pasar 16 ilir dan sekitarnya). Kraton ini ditempati pada masa Kesultanan Palembang Darussalam awal mulai Sultan Abdurrahman dan Sultan Muhammad Mansur. Kraton ini sudah tidak dapat kita saksikan lagi keberadaannya.
- Kraton Kuto Cerancangan (lokasinya disekitar kampung 17 ilir, tepatnya di belakang kraton beringin janggut jika dilihat dari sungai Musi). Kraton ini dibangun dan ditempati oleh Sultan Agung Komaruddin Sri Truno, kraton ini juga bernasib yang sama seperti dua kraton sebelumnya yaitu tidak dapat kita lihat lagi keanggonannya
- Kraton Kuto Kecik / Kraton Kuto Lamo / Kraton Kuto Tengkuruk (lokasinya yang saat ini menjadi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, posisinya tepat di pinggiran sungai tengkuruk yang kini menjadi Jl. Jend. Sudirman), kraton ini dibangun dan ditempati pada masa Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, pada masa penjajahan Belanda di tanah bekas kraton ini dibangun rumah Residen Belanda yang kini bangunannya menjadi bangunan Museum SMB II. Kraton ini sudah tidak dapat kita saksikan lagi kecindoannya karena sudah rata dengan tanah pada zaman Belanda
- Kraton Kuto Besak / Kraton Kuto Anyar (lokasinya yang kini berada tepat di dalam lingkungan Benteng Kuto Besak Palembang), kraton ini dibangun dan ditempati pada masa Sultan Muhammad Bahauddin hingga masa Sultan Mahmud Badaruddin II Raden Hasan, ini kraton terakhir Kesultanan Palembang Darussalam dengan Bentengnya yang asli bangunan pribumi, kraton ini dihancurkan dan diganti dengan bangunan militer kolonial Belanda ketika Belanda menguasai Palembang dengan ditandai oleh diasingkannya Sultan Mahmud Badaruddin II ke Ternate.
Itulah riwayat singkat 5 kraton di Kesultanan Palembang Darussalam, walau kelima kraton tersebut tidak dapat kita nikmati lagi kemegahannya, namun Benteng Kraton Kuto Besak Palembang masih dapat kita nikmati keelokannya, jihad besar orang Palembang saat ini adalah mempertahankan peninggalan Sultan Palembang ini agar tidak dirusak, diganggu, atau diganti oleh pihak manapun, agar anak cucu kelak dapat menyaksikan kebesaran leluhurnya, dan doa bersama kita juga semoga dengan sinergi berbagai pihak terutama pemerintah dan militer.
Kita berharap kiranya Benteng Kraton Kuto Besak Palembang ini dapat dibuka untuk wisatawan umum serta kembali ke pangkuan Paduka Yang Mulia Sultan Mahmud Badaruddin IV Jayo Wikramo R.M. Fauwaz Diraja, S.H., M. Kn (Sultan Palembang Darussalam). rill