Wanti-wanti Peminjaman Pengurus Jenazah

70
PEMULASARAN JENAZAH – Dompet Dhuafa Sumsel saat melakukan pemulasaran jenazah.

 

Ratusan pengurus jenazah dilatih, tak ada lagi peminjaman dari desa lain.

MUARAENIM, BP – Sebanyak 256 orang perwakilan masyarakat yang berasal dari desa atau kelurahan yang ada di Kabupaten Muaraenim, mengikuti pelatihan pengurus jenazah, di Masjid Agung Muaraenim, Selasa (22/11). Pelatihan dibawah bimbingan Ustadz Ali Mursyi, Ustadz Abdul Karim, Ustadz Hakamudin dan Ustadzah Misliyani yang dipandu Ustadz Solihan dari Kemenag Muaraenim.

Pj Bupati Muaraenim Kurniawan yang diwakili Kabag Kesra Muaraenim H Zulfikar menyampaikan, setiap muslim yang meninggal dunia wajib dikuburkan sesuai syariat Islam.

Hukum melaksanakannya adalah fardhu kifayah, artinya umat Muslim wajib menunaikan, namun bila sudah ditunaikan oleh Muslim yang lain, maka kewajibannya menjadi gugur. Namun sebaliknya jika tak ada yang menjalankannya, maka semua orang di wilayah itu ikut berdosa.

Baca Juga:  Digelar 16-25 Agustus, Sumsel Expo Dimeriahkan Artis Ibukota

“Setelah pelatihan ini, kami tidak lagi mau mendengar ada desa yang meminjam petugas pengurus jenazah dari desa lainnya.

Jika masih ada berarti peserta ini tidak mengamalkan hasil pelatihannya,” ungkap Zulfikar dalam
sambutannya.

Lanjutnya, memahami tata cara mengurus jenazah yang benar sesuai syariat Islam sangat penting. Sebab selama ini, umumnya yang merawat jenazah hanya dilakukan oleh orang-orang yang
sudah terbiasa.

Jika orang tersebut tidak ada lagi, maka tidak menutup kemungkinan kedepan akan ada kelangkaan untuk petugas pengurus jenazah yang benar-benar memahami tata cara mengurus jenazah.

“Ada banyak faktor yang mempengaruhi orang-orang untuk tidak terlibat mengurus jenazah, di antaranya karena kurang tahu caranya, masih ragu-ragu, takut atau memiliki trauma terhadap fenomena kematian dan sebagainya.

Baca Juga:  Ketua DPR RI: Orang Indonesia Suka yang Natural

Dengan pelatihan ini, yang tidak tahu menjadi tahu, yang ragu-ragu menjadi tidak ragu ragu lagi, yang sudah paham akan lebih paham lagi dan membagikan pengetahuan dan pengalamannya,” ujarnya.

Masih menurut Zulfakar, saat ini, sangat perlu sekali regenerasi dan pelatihan tata cara mengurus jenazah ini.

Karena latar belakang digelarnya pelatihan pengurusan jenazah ini, berawal dari adanya kekurangan petugas pengurus jenazah di desa dalam Kabupaten Muaraenim.

Sebelumnya, untuk menstimulasi masyarakat untuk mengikuti pelatihan, pihaknya
menyiapkan seluruh akomodasi, bahkan memberikan reward umroh bagi peserta terbaik laki-laki dan perempuan. Namun untuk kali ini, pihaknya memberikan akomodasi dan reward kepada 10
peserta terbaik masing-masing Rp1 juta.

“Seluruh masing-masing peserta kita berikan akomodasi dan uang transportasi Rp300.000 serta ilmu.

Baca Juga:  Warga Tolak Ganti Rugi Lahan, Pembangunan Jembatan Musi VI Palembang Dihentikan

Dan bagi 10 yang terbaik kita reward lagi. Untuk itu, belajarlah dengan sungguh-sungguh selama pelatihan sehingga bisa dipraktekkan setelah pulang dari pelatihan,” harapnya.

Salah satu peserta Suhardiman (48) warga Desa Sukadana, mengatakan, merasaterhormat bisa ikut pelatihan, karena yang ada di sini adalah orang pilihan dari desa/ Kelurahan di Kabupaten
Muaraenim.

“Sebab untuk belajar atau bertanya di desanya sangat sulit, untuk itu dengan ke sempatan ini dirinya akan belajar dan bertanya sedetil mungkin, sehingga habis pelatihan ini bisa diterapkan di
desanya.

Saya pribadi, tidak diberikan uang tidak apa-apa yang penting dapat ilmu yang bermanfaat.

Saya baru kali pertama ikut pelatihan dan benar-benar belum paham,” katanya. #riz

 

Komentar Anda
Loading...