Anies Belum Naikkan Elektabilitas Partai

64
SAPA – Calon Presiden dari Partai NasDem Anies Baswedan saat menyapa peserta Jalan Sehat Anies Baswedan, di Ciamis Jawa Barat beberapa waktu lalu.

 

Pasca mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon Presiden, elektabilitas Partai NasDem Anies Baswedan dinilai belum meningkat dibandingkan 2019.

JAKARTA, BP – Calon Presiden (capres) dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) Anies Baswedan dinilai belum memberikan efek signifikan terhadap elektabilitas partai NasDem hingga November 2022.

Hal ini berdasarkan survei dari lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 5-13 november 2022, tentang kecendrungan elektabilitas partai-partai politik di Indonesia.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani mengatakan, setelah NasDem mendeklarasikan capres Anies Baswedan pihaknya belum melihat ada efek kenaikan elektabilitas yang lebih kuat dibanding
hasil pemilu 2019 lalu.

“Pada 2019 sebesar 9 persen dan sekarang 4,8 persen, artinya mengalami penurunan, belum ada tanda NasDem lebih kuat setidaknya hingga saat ini,” kata Deni dalam pernyataan resmi hasil survei SMRC di kanal YouTube SMRC TV, Rabu (23/11).

Baca Juga:  Scientist Finds Breakthrough Weight Loss Formula!

Namun, apakah akan bisa berubah ? Deni menilai angka ini bisa berubah jika ke depan sentimen
positif pemilih terhadap NasDem mengalami kenaikan. “Bukan tidak mungkin,” ucap dia.

Karena menurutnya, berdasarkan pengalaman NasDem sebelumnya, NasDem cukup baik dalam masamasa kampanye resmi yang dapat menaikkan elektabilitasnya hingga mencapai 9,1 persen.

Deni menerangkan, metodologi survei memilih sample secara acak dari populasi pemilih nasional,
yaitu mereka yang sudah berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah saat survei dilakukan.

“Dari populasi dipilih sample secara acak dengan metode multistage random sampling sebanyak 1220 responden. Margin of error survei diperkirakan sebesar kurang lebih 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga:  Komisi I DPRD Sumsel Kunker Ke Mariana

Semua responden diwawancarai tatap muka,” ia menjelaskan. Sementara itu, Manajer Program
SMRC, Saidiman Ahmad menyimpulkan, jika melihat suara dukungan publik terhadap Gerindra dan NasDem yang sudah mendeklarasikan capres masing-masing, efek deklarasi capres sejauh ini tidak terlihat signifikan baik kepada Gerindra dan kepada Nasdem.

“Belum ada indikasi suara Gerindra atau NasDem menjadi lebih kuat dibandingkan hasil pemilu 2019 setelah deklarasi capres,” kata Saidiman.

Ia juga menjelaskan, fakta di lapangan masih banyak warga atau pemilih yang menunda menyebutkan pilihannya atau belum menentukan pilihan. “Ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru, bahkan mereka yang memilih itu bisa berpindah dari partai satu ke partai yang lain,” katanya.

Menanggapi hasil survei ini, pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr Husni Thamrin menilai, saat ini masyarakat masih menunggu kepastian siapa sebenarnya yang akan dicalonkan menjadi Presiden ? karena jika sudah pasti baru akan ada efek Ekor Jas coat-tail effect.

Baca Juga:  "Apa Kabar TACB Kota Palembang"

“Kalau di Amerika itu biasa, artinya setiap calon Presiden dia berdampak kepada partainya meningkatkan elektabilitas, untuk pak Jokowi, besar, tapi untuk PDIP tidak yang lain,” katanya.

Ia menegaskan, saat ini orang masih menunggu sehingga belum terlihat nyata apakah benar Anies yang akan dicalonkan ? karena deklarasi baru sepihak dari NasDem belum dari partai koalisinya.

“Kan belum pasti mereka kan ? begitu juga dengan Gerindra ini baru usungan, sehingga dampak ke partai masih kecil.

Kecuali nanti sudah jelas siapa yang akan maju itu akan kelihatan dampaknya terhadap partai bisa positif atau negatif,” Dr Husni menerangkan.#gus 

Komentar Anda
Loading...