Hari Santri 2025: Momentum Menjaga Warisan Ulama, Membangun Peradaban Dunia

38

Palembang, BP– Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan panggilan suci untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur warisan para ulama dan pendahulu bangsa: keikhlasan, keilmuan, akhlak mulia, serta cinta tanah air. Sejarah mencatat, pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy’ari menyerukan Resolusi Jihad yang membangkitkan semangat para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tahun ini, peringatan Hari Santri 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Tema ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneruskan amanah besar para ulama: menjaga kemerdekaan yang telah diraih, menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari, serta berkontribusi aktif dalam membentuk peradaban dunia yang damai, adil, dan beradab.

Baca Juga:  Gubernur Minta Masyarakat Bersatu Untuk AG

Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI sekaligus Ketua Pergerakan Generasi Kebangsaan (PGK) Sumatera Selatan (Sumsel) Firdaus Hasbullah SH MH , menyampaikan komitmennya dalam memperingati Hari Santri tahun ini melalui empat poin penting yaitu mendukung Penguatan Pesantren, Menjadikan pesantren sebagai pusat pendidikan yang memadukan nilai keimanan, keilmuan, dan tradisi, namun tetap mampu menjawab tantangan global. Santri diharapkan menjadi generasi yang berdaya saing tinggi tanpa kehilangan jati diri keislaman dan kebangsaan.

Baca Juga:  Gubernur Tak Temui Pendemo , Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Berujung Ricuh

Lalu Mendorong Kebijakan Pro-Pesantren dan memastikan regulasi dan kebijakan daerah memberi ruang dan dukungan penuh terhadap pengembangan pesantren. Mulai dari pembinaan akhlak, peningkatan kesejahteraan santri dan para kiai, hingga penyediaan fasilitas pendukung yang memadai.

Serta Menjawab Tantangan Zaman dengan memberikan ruang bagi pesantren untuk aktif menjawab isu-isu aktual seperti perkembangan teknologi, perubahan lingkungan, hingga keragaman sosial. Santri didorong untuk menjadi pelopor kontribusi positif di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Catat Sejarah, Sumsel Resmi Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia MXGP 2019

“Mengajak Sinergi Lintas Sektor, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati dan mendukung peran santri sebagai agen perubahan. Kolaborasi antara pesantren, komunitas, lembaga pemerintah, dan swasta perlu diperkuat demi membangun karakter bangsa yang berakhlak, toleran, dan bersatu,” katanya.

Sebagai penutup, Firdaus  mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para santri dan ulama agar senantiasa dirahmati Allah SWT, diberikan kekuatan iman, ilmu, dan akhlak yang luhur. Semoga perjuangan dan karya mereka menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan peradaban dunia.

Komentar Anda
Loading...