Bersinergi Dengan Semua Pihak, SMB IV Berharap BKB Bisa Jadi Heritage

151
Pihak Aliansi Penyelamat  Benteng Kuto Besak (AP-BKB)  menggelar rapat  guna memantapan koordinasi  terkait Rumah Sakit Dr Ak Gani yang rencananya bakal diperluas dan dibangun empat lantai di dalam Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sabtu (19/11) di Laboratorium  Sejarah, FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) Kampus Ogan di Jalan Srijayanegara, Bukit Besar Palembang.(BP/udi)

Palembang, BP- Pihak Aliansi Penyelamat  Benteng Kuto Besak (AP-BKB)  menggelar rapat  guna memantapan koordinasi  terkait Rumah Sakit Dr Ak Gani yang rencananya bakal diperluas dan dibangun empat lantai di dalam Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sabtu (19/11) sore  di Laboratorium  Sejarah, FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) Kampus Ogan di Jalan Srijayanegara, Bukit Besar Palembang.

Hadir diantaranya Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) yang juga dosen FKIP Jurusan Sejarah Dr Farida Wargadalem Msi, Ketua MSI Kota Palembang Dr Dedi Irwanto MA, Budayawan Sumsel Vebri Al Lintani,  seniman Sumsel Ali Goik Heri Mastari dan Isnayanti , peminat sejarah Palembang Cek Jon dan Mang Liem , mahasiswa FKIP Jurusan sejarah Unsri.

Baca Juga:  Gawat!!! Aniaya Wasit, 'Oknum' Pemain JNE Dikeluarkan Panitia

 

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn berharap bersama dengan pemerintah daerah dan pihak Kodam II Sriwijaya bersinergi membuat BKB menjadi warisan atau heritage yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Palembang.

“ Kalau Rumah Sakit Dr Ak Gani mau di perluas di BKB sebaiknya  tidak disitu , karena BKB adalah kawasan cagar budaya  yang tidak boleh ada bangunan yang lebih menonjol dari bangunan cagar budaya tersebut, saya harap rencana perluasan Rumah Sakit Dr AK Gani yang akan dibangun empat lantai itu dipindahkan tempat lain sehingga bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Apalagi posisi di BKB sudah sangat padat dan macetjika rumah sakit Dr AK Gani di perluas bagaimana akes masyarakat.

Baca Juga:  Perbaikan Jalan Karang Dapo-Muara Lakitan Telan Anggaran Rp13 Miliar dari APBD Induk Sumsel 2020

“ Saya mengharapkan semua pihak berbesar hati  dan sama –sama menjaga warisan cagar budaya  yang ada di kota Palembang,” katanya.

Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) yang juga dosen Jurusan Sejarah Dr Farida Wargadalem Msi menegaskan untuk menuntaskan pemasalahan BKB dimana Rumah Sakit Dr Ak Gani akan memperluas rumah sakit dengan membangun menjadi empat lantai di dalam BKB semua pihak harus duduk bersama dan mengambil langkah kongkrit dalam rangka mencapai tujuan.

“ Kita berharap itu tidak terjadi dan hal-hal lain akan kita kaji lebih lanjut, “ katanya.

Untuk itu menurutnya perlu adanya dorongan kalangan masyarakat terkait permasalahan BKB ini.
“ Kita juga perlu menyadarkan para pemimpin kita bahwasanya masyarakat itu sudah melek , masyarakat itu perlu dilibatkan, sebetulnya pembangunan buat siapa?  Buat masyarakat jadi jangan pernah masyarakat itu dianggap  sepi-sepi saja , bukan , kita-kita ini juga masyarakat khan , apalagi orang-orang akademisi itu dia berbicara tidak asal berbicara tapi  berdasarkan pengetahuan yang dia miliki  , berdasarkan kajian dan sebagainya, tidak ada yang menolak pembangunan,” katanya.

Baca Juga:  Polda Sumsel Tangkap Dua Mahasiswa Promotor Judi Online Jaringan Kamboja

 

Sedangkan koordinator Aliansi Penyelamat BKB, Vebri Al Lintani mengatakan,  hasil rapat memutuskan  akan melakukan audiensi ke   Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Palembang dan Provinsi Sumsel, Pangdam II/Sriwijaya.

“Dan berasurat ke Menhan, Panglima TNI, Kasad, Pangdam II/Sriwijaya dan tembusan Kepala RS AK Gani,” katanya.#udi

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...