Megawati dan SBY Rekonsiliasi?

81
SATU MEJA- Momen Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak duduk satu meja jelang gala dinner para Kepala Negara dan Delegasi Anggota G20 di GWK, Bali, Selasa (15/11/2022) malam.

 

Setelah lama saling diam dalam hubungan panas dingin, Megawati dan SBY bertemu di jamuan
makan malam KTT G20. Keduanya satu meja dan saling menyapa. Isyarat rekonsiliasi?

JAKARTA, BP – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saling menyapa dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat acara makan malam KTT G20 di
Bali, Selasa (15/11/2022).

Sebagaimana terekam dalam foto yang beredar di media sosial, keduanya tampak saling berhadapan.

Megawati dan SBY juga sama-sama saling melempar salam. Tampak keduanya juga
sambil menundukkan kepala.

Dalam kesempatan itu, SBY menggunakan setelan batik berwarna biru, sementara Megawati memakai kebaya dengan corak biru. Pada bagian lain, SBY juga bertemu dengan Ketua Umum Gerindra yang juga menjabat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. SBY terlihat memegang lengan Prabowo saat sedang berjabat tangan. Lalu di bagian lain SBY terlihat berbincang
dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kemudian, SBY juga sempat foto bersama dengan Ketua Umum Golkar sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR Puan Maharani, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca Juga:  Medco E&P dan SKK Migas Gelar Forum Komunikasi Bersama Pemangku Kepentingan Kecamatan Lais dan Babat Supat

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarief Hasan, menyebut kebersamaan para mantan presiden dan wakil presiden pada jamuan makan malam di acara G20 Bali membawa pesan damai
dalam kontestasi 2024.

Menurut Syarief, semua pihak termasuk partai politik menginginkan kedamaian dalam Pemilu dan Pilpres 2024.

Dia meyakini semua pihak mestinya mendukung demi kepentingan Bangsa dan negara.
“Kita semua menginginkan itu semua partai politik nasional menginginkan bahwa pemilu 2024,” kata Syarief di kompleks parlemen, Rabu (16/11).

Sementara, anggota Komisi I DPR itu berujar kehadiran Mega dan SBY, serta beberapa mantan kepala negara lain yang duduk semeja dalam acara itu merupakan protokol kepanitiaan.
Keduanya, kata dia, hanya mengobrol ringan bersama mantan wapres Jusuf Kalla, Hamzah Haz, hingga mantan wapres Try Sutrisno.

“Ringan-ringan lah kalau ketemu begitu hanya bicara, tidak mungkin yang serius.
Kalau serius itu bilateral lah,” kata dia.

Baca Juga:  Vebri Al Lintani Ajak Warga  Palembang dan Sumsel Bersatu Selamatkan Marwah Benteng Kuto Besak

Syarief sekaligus menepis panas dingin hubungan Mega dan SBY lewat pertemuan tersebut. Menurut dia, SBY selama ini terbuka berkomunikasi dengan siapapun termasuk dengan Mega. Syarief mengingatkan agar masalah keduanya di masa lalu tak perlu dibesar-besarkan.

Ia berharap hubungan keduanya terus membaik ke depan.
“Saya pikir hubungan [Mega-SBY] baik-baik, saja tidak ada sesuatu yang perlu dipertanyakan saya pikir baikbaik saja,” katanya.

Mega dan SBY duduk semeja dalam jamuan makan malam di G20 Bali. Mega duduk berhadapan dengan SBY dan berdekatan dengan mantan wapres Hamzah Haz. Ada pula Ketua DPR Puan
Maharani.

Sedangkan, di samping kanan SBY ada mantan wapres Jusuf Kalla, dan Try Sutrisno di sebelah kiri. Tampak para istri mantan wapres yang ikut duduk bersama mereka.
Semuanya senyum menghadap kamera seperti terlihat dalam foto yang beredar.

Belakangan, foto antara Mega dan SBY tengah saling menyapa dan bersalaman
juga beredar di media sosial.

Baca Juga:  Ratusan Emak-emak Baju Ungu Gelar Demo di Kejati Sumsel, Tuntut Pengusutan Korupsi Mobil Dinas PALI Rp12,2 Miliar"

Politikus PDIP Tubagus (TB) Hasanuddin angkat suara ihwal momen duduk semeja antara Ketua Umum partainya, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono di jamuan makan malam G20 di Bali, Selasa (15/11) malam.

Hasanuddin memilih enggan berkomentar lebih jauh soal pertemuan tersebut akan menjadi momentum rekonsiliasi antara Mega dan SBY yang disebut-sebut masih panas dingin.
“Saya enggak bicara [rekonsiliasi Mega-SBY], jangan terlalu jauh,” katanya di kompleks parlemen, Rabu.

Kendati demikian Hasanuddin mengapresiasi kehadiran SBY dan Megawati selaku mantan presiden RI bersama tiga mantan presiden yang
ikut hadir dalam acara terse but.

Mereka yakni, Hamzah Haz, Jusuf Kalla, dan Try Sutrisno.
“Suasana yang sejuk para pemimpin siapapun penting bisa berkumpul ngobrol bersama,” kata Hasanuddin.

Anggota Komisi I DPR itu juga menyebut bahwa momen kebersamaan mereka menjadi harapan pemilu dan agenda strategis nasional ke depan akan berjalan damai. #riz/gus

 

 

 

Komentar Anda
Loading...