PJUTS dan Sumur Bor Masuk Desa dan Pesantren Dibantu Aspirasi H Alex Noerdin

LEBIH kurang pukul 11.45 WIB speedboat yang kami tumpang bersandar di tepian dekat jembatan kecil, Minggu (6/11/2022).
Tak ada dermaga khusus, sehingga harus menumpang lewat di atas perahu tongkang yang tengah
memuat sawit.
Banyu Biru, demikian nama desa yang terletak di kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir ini.
Dari dermaga di kawasan Benteng Kuto Besak speedboat melaju sekitar pukul 09.10 WIB. menyusuri sungai Musi. Tak menunggu lama sambil memperhatikan pengangkutan tanda sawit ke perahu tongkang, Susanto Kepala Desa Banyu Biru juga tiba dengan kendaraan roda empat yang disetirnya sendiri.
Tawa khas dari pria 48 tahun ini seakan menandakan keceriaan masyarakat setempat yang mayoritas hidup berani dengan sawah di sana sejumlah 1.600 hektare.
Sampai di kediamannya, Santoso bercerita tentang desa mereka yang identik dengan keberadaan gajah liar.
Sejak dulu memang kawasan Air Sugihan dikenal sebagai habitat gajah yang terpelihara sampai sekarang.
Menurutnya, setidaknya saat ini ada empat kelompok gajah yang hidup di kawasan
sana.
Terkadang juga terlihat oleh warga sekitar, namun karena sudah menerima pelatihan oleh ahli, maka warga setempat sudah bisa hidup berdampingan dengan para hewan bertubuh besar ini.
“Alhamdulillah sekarang desa kami ini sudah terang benderang. Lihatlah dulu tak ada sama sekali penerangan jalan, namun berkat bantuan Bapak Alex Noerdin sekarang sudah bersinar kalau malam hari.
Warga kami juga tidak khawatir keluar rumah, apalagi di sini memang sering listrik padam.
Dengan lampu tenaga surya ini semua jadi lancar,” tambah Santoso.
Selama 2 tahun terakhir, selaku anggota DPR RI H Alex Noerdin telah banyak menyalurkan aspirasi berupa Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS).
Termasuk kawasan Air Sugihan yang memang selama ini hanya mengandalkan lampu teras rumah warga untuk penerangan jalan.
Menurut Santoso, dirinya atas nama warga Banyu Biru berterima kasih sekali atas bantuan yang diberikan ini Terasa sangat membantu, apalagi banyak juga dipasang di tempat ibadah
dan pemakaman.
“Kenapa pemakaman? Karena tradisi kami di sini kalau ada yang meninggal itu harus dimakamkan hari itu juga. Jadi sering kali memang malam hari baru dimakamkan. Jelas sekali sangat terbantu dengan lampu jalan tenaga surya ini,” ujarnya.
Kehadiran di Desa Banyu Biru ini dalam rangkaian mendampingi tim dari Kementerian ESDM guna evaluasi dan pengecekan unit PJUTS yang terpasang.
Bukan hanya Banyu Biru namun hampir seluruh desa yang ada di Air Sugihan memperoleh
bantuan serupa.
Warga masyarakat Desa Banyu Biru senang dan puas dengan dipasangnya lampu-lampu tenaga surya.
Penempatan lampu-lampu itu rapi dan memungkinkan sinarnya membuat terang benderang wajah desa di malam hari.
Sebagaimana di daerah lain di Sumatera Selatan, pemasangan lampu itu dengan standar. Tiang-tiangnya kuat karena ditopang fondasi sehingga diharapkan
bisa awet.
Selain masyarakat Desa Banyu Biru, puluhan pesantren di Sumatera Selatan juga telah menikmati Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) aspirasi H Alex Noerdin yang merupakan program kemitraan DPR RI – Dirjen EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemasangan PJUTS juga disertai pembangunan sumur bor serta fasilitas umum lainnya di beberapa pesantren.
“Alhamdulillah, Pesantren Aulia Cendikia sudah dua tahun ini memperoleh bantuan lampu tenaga surya.
Sekarang kalau malam kawasan pesantren terang benderang ibarat siang hari, bahkan jika listrik padam lampu di sini tetap menyala,” ujar KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, pimpinan Pesantren Aulia
Cendikia Palembang.
Ulama yang juga Ketua PC Nahdlatul Ulama Palembang ini menuturkan, pihaknya sangat berterima
kasih atas bantuan H Alex Noerdin tersebut.
Keberadaan PJUTS di lingkungan
pesantrennya sangat membantu kelancaran para santri untuk mengaji dan beribadah di malam hari.
Terpisah, Ustadz Muhammad Aji Santoso Al Hafidz, pimpinan Pesantren Tahfidz Hamalatul Quran yang terletak di kawasan Jalan Harun Sohar, Palembang, menyatakan hal senada.
Keberadaan PJUTS sangat membantu pihaknya, apalagi sekarang tengah merampungkan
pembangunan pesantren.
“Adanya PJUTS ini sangat membantu santri untuk belajar lebih maksimal serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan pesantren di malam hari.
Kami sangat senang sudah dibantu Bapak H Alex Noerdin ini,” ujarnya
saat dihubungi melalui telepon selular.
Selain itu, banyak pesantren memperoleh bantuanberupa pembangunan sumur bor dengan kedalaman 150 meter berikut sarana prasarananya.
Seperti halnya pesantren Raudhatul Ulum Salatiga yang saat ini di samping menikmati PJUTS
juga memiliki instalasi sumur bor yang sangat bermanfaat bagi santri maupun masyarakat sekitar.
Menurut KH Tol’at Wafa Ahmad Lc, sebelumnya pesantrennya hanya memiliki sumur yang digali manua serta serta sumur bor dengan kedalaman hanya 40 meter.
Kedua sumur ini tidak menutupi kebutuhan santri yang ada.
“Sekarang alhamdulillah dengan kehadiran Bapak Alex Noerdin memberikan bantuan sumur bor, kebutuhan air bersih di pesantren ini dapat dipenuhi,” ujar KH Tol’at Wafa Ahmad Lc saat dilakukan peresmian penggunaan sumur bor beberapa waktu lalu.
Selama kurun waktu 2020 – 2022 hampir 2.000 PJUTS tersebar di seluruh Sumsel.
Selain pesantren-pesantren itu, beberapa pesantren lain juga menikmati PJUTS dansumur bor bantuan H Alex Noerdin di antaranya Pesantren Riyadul Aaliyah Sungai Lilin, Pesantren Tahfidz Al Quran An Nur Rambutan, Pesantren Bayt Al Quran Kayuagung, Yayasan Perguruan Islam Darul
Ulum Addiniyah (PIDUA) Meranjat, Pesantren Modern Albasya Payakabung, Pesantren Darul Funun Rambang Kuang, Pesantren Al Ikhlas Tanjung Sakti Lahat, Pesantren Fiddunya Hasanah Sungsang, MAN Lahat, Pesantren Al Haromain Semendo, Pesantren Al Furqon Pampangan, Pesantren Qodratullah Langkan, Yayasan Dakwah As Syariah Bina Umat Mariana, Yayasan Pendidikan Islam
Syabab Al Fatih, Yayasan Khazanah Kebajikan Palembang, dan sejumlah pesantren lainnya. #mukhlis