Polisi Ungkap Motip Pembunuhan Sadis di OKI , Dilatar Belakangi Sakit Hati

Polisi mengungkapkan motif keempat pelaku pembunuhan terhadap Romli warga Desa Karangsia Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Keempat pelaku ialah Sutrisno alias Ten (39), Supriadi alias Adi (42), Andika alias Jaka (38) dan Iwan (36) yang merupakan warga Sungai Menang, OKI.
Direskrimum Polda Sumsel, Kombes Muhammad Anwar mengatakan, bahwa keempat pelaku nekat melakukan pembunuhan terhadap korban karena kesal terhadap korban yang memaksa meminta minyak solar.
“Awalnya korban meminta minyak kepada operator yang bekerja di proyek tersebut, lalu operator menyampaikan hal tersebut ke penjaga keamanan yang tak lain adalah pelaku pembunuhan,” kata Direskrimum Polda Sumsel, Kombes Muhammad Anwar didamping Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum dan Kasat Reskrim Polres OKI, AKP Jatrat saat press rilis di gedung Presisi Polda Sumsel, Kamis (10/11).
Selanjutnya korban saat itu diminta menunggu oleh pihak keamanan yang saat itu telah dihubungi oleh pihak keamanan.
“Ternyata para pelaku mendatangi korban dengan membawa senjata api rakitan, tombak serta parang,” katanya.
Sesampainya di lokasi kejadian, pelaku Sutrisno alias Ken langsung menembakan senjata apinya ke arah korban.
“Saat itu Sutrisno menembak korban sebanyak tiga kali pada bagian dada,” katanya.
Setelah menembak korban, lalu pelaku Jaka menombak korban.
“Sementara tersangka Adi yang saat itu diberikan Iwan parang, lalu membacok korban pada bagian tengkuk lehernya,” katanya/
Sementara itu, salah satu tersangka bernama Sutrisno alias Ken mengakui perbuatannya.
Dia (korban) itu sudah sering minta minyak solar yang ada di alat berat secara paksa. Kami mau sholat jumat saja tidak jadi gara gara dia mau minta solar makanya kami emosi,”kata Sutrisno.
Lalu dia mengajak Iwan, Adi dan Jaka untuk menemui korban Romli di Base camp tempat korban berada di Desa Sungai Menang Kabupaten OKI. Keempat tersangka berangkat nemui korban dengan perahu getek dan sudah menyiapkan senjata api, dan senjata tajam parang dan tombak.
“Setelah sampai di Base camp, korban langsung saya tembak tiga kali, lalu diikuti Iwan dan Adi menombak korban dan Adi juga mengambil parang menebas bagian leher korban,”katanya.
Lalu setelah korban tewas mengapung di sungai, ia pun meminta kepada operator alat berat untuk mengangkat dan mengubur korban dengan menggunakan alat berat.
“Kami lari ke Karawang, tidak lama setelah itu, kami ditangkap. Sekali lagi saya tegaskan pembunuhan ini kami lakukan secara spontan bukan direncanakan,” katanya.