Dinkes Sumsel Sebut Palembang Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak

168
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto: Sekretariat Kabinet RI

 

PALEMBANG, BP – Pandemi Covid-19 hingga kini masih belum berakhir. Sumsel sendiri sejak Oktober hingga November 2022 terdeteksi mengalami penambahan kasus hingga mencapai 100 orang lebih yang menderita Covid-19.

Berdasar pada laporan dari Kepala Dinkes Sumsel,  dr. Trisnawarman, Kota Palembang merupakan penambah kasus terbanyak yakni tercatat 34 orang.

Mengenai penyebab peningkatan kasus tersebut apakah akibat kemunculan varian virus baru Covid-19, yakni Omicron XBB masih dalam penelitian karena saat ini seluruh pasien masih dalam pemeriksaan.

Dalam mencegah penularan tersebut, dikatakannya pihak Dinkes Sumsel dan Pemprov akan terus menggalakan masyarakat untuk tidak mengendurkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, terutama di area publik, dan melakukan vaksinasi penguat (booster) Covid-19 maupun 3 T (testing, tracing, treatment)  pada perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 di seluruh daerah di Indonesia.

Baca Juga:  Sumsel Terus Tingkatkan Pelayanan Jamsoskes

“Penggunaan aplikasi PeduliLindungi dapat mendorong masyarakat untuk melakukan vaksin boosternya,” kata Trisnawarman, Selasa (8/11).

Sementara itu, dikatakan Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan bahwa persediaan vaksin Covid 19 hingga kini masih kosong. Dinas Kesehatan Palembang masih terus menunggu ditribusi vaksin Covid 19 dari Kemenkes.

Disampaikan Yudhi, Kemenkes sudah mulai mengirim stok vaksin Covid 19 ke Palembang dan dijanjikan sampai pada pertengahan November 2022.

Baca Juga:  DKI 755 Kasus, Total Indonesia 2.191 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia

Saat ini, Dinkes Sumsel tengah fokus untuk memenuhi target vaksin Covid 19 dosis keempat bagi nakes.

“Saat ini nakes yang menerima booster keempat baru 37 persen,” katanya.

Untuk Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  telah mendeteksi adanya subvarian Omicron XBB telah di Indonesia.  Varian baru XBB ini dikatakan jauh lebih cepat menular dibanding varian lainnya, namun fatalitasnya tidak lebih parah dari varian Omicron.

Baca Juga:  Polri Sebut Belum Ada Fatalitas Gas Air Mata Sebabkan Kematian

Adapun gejala yang dimiliki varian Omicron XBB yakni batuk, pilek, demam, ngilu, nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, nyeri sendi dan kelelahan.

Saat ini, Pemerintah belum bisa mengatakan aman dari pandemi Covid-19, sebab berbagai mutasi varian baru masih berpotensi terus terjadi  Oleh karena itu, Kemenkes meminta masyarakat untuk waspada dan memperkuat protokol kesehatan, terutama memakai masker. #adl

Komentar Anda
Loading...