Diprediksi HD- MY Kembali Berpasangan 

37
Arianto (BP/IST)

Jakarta  BP- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru (HD)  dan Wakil Gubernur Sumsel  Mawardi Yahya (MY) diprediksi kuat akan berpasangan kembali pada pilkada gubernur dan wakil gubernur provinsi Sumsel yang akan digelar 27 Nopember 2024.

Duet mantan bupati OKU Timur dan Ogan Ilir dua periode ini sepertinya sulit berpisah.
HD-MY yang sekarang tercatat sebagai incumbent dan wakil incumbent berpotensi besar untuk kembali berduet maju dalam perhelatan pesta demokrasi lima tahunan untuk kedua kalinya.
” Survei yang kita lakukan adalah memotret tingkat kepuasaan penanggulangan Covid-19. Namun, ada beberapa pertanyaan yang juga kita masukkan untuk berbagi ke kawan-kawan media. Diantaranya adalah seputar pilkada calon gubernur dan wakil gubernur yang akan maju di provinsi Sumatera Selatan mendatang,”
kata Direktur eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI), Arianto, M. I.KOM,POL ketika paparan survei bertajuk “Survei Masalalah Sosial Kemasyarakatan, Tingkat Kepuasan Penangulangan Covid-19 dan Persiapan Pileg, Pilpres dan Pilkada”, Kamis (6/10)
Dari komponen tersebut, salah satunya potret yang menarik adalah tingkat keinginan responden yang menginginkan kembali HD-MY berpasangan (69,8 persen), tidak menginginkan kembali berpasangan (16,4 persen), belum memutuskan, apakah menginginkan kembali atau tidak menginginkan kembali berpasangan (7 persen) dan tidak tahu atau rahasia (6,8 persen). Dengan marjin of error survei kurang lebih 3,5 persen, bisa dikatakan potensi besar kembalinya berpasangan HD-MY mencapai 73 persen  atau sudah tembus diangka 70.
Lebih lanjut dijabarkan lembaga yang tergabung dalam Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) ini mengatakan, secara statistik, apresiasi angka tingkat keinginan untuk kembali berpasangan HD-MY dapat dikatagorikan angkanya signifikan.
Tentunya angka tersebut tidak serta merta timbul begitu saja, tetapi dilatarbelakangi dengan tingginya popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas HDMY yang sampai saat ini masih memimpin dirangking pertama diantara calon-calon gubernur dan wakil gubernur lainnya.
Pria yang juga merupakan mantan auditor survei capres konvensi partai Demokrat ini lebih lanjut mengatakan, tingginya apresiasi masyarakat untuk kembali berpasangan HD-MY juga tidak terlepas dari tarikan elektoral dari masing-masing nama tersebut.
Dalam artian, elektabilitas baik HO maupun MY dan tingkat keinginan untuk berpasangan kembali pada pilkada mendatang tidak berdiri sendirisendiri, melainkan saling menopang. Selain itu, kedua pasangan ini terpotret dalam survei sangat sering sekali terjun langsung ke masyarakat dalam berbagai kegiatan, baik sebagai gubernur dan wakil gubernur, maupun di luar konteks jabatan tersebut.
 Kegiatan HD-MY secara langsung bersentuhan dengan masyarakat. Basis massa HD-MY yang tadinya masih terkonsentrasi di beberapa kabupaten dan kota ketika mulai menjabat sebgaia gubernur dan wakil gubernur, sekarang ini lanjut mantan peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini sudah merambah seluruh 17 kabupaten/ kota di Sumatera Selatan.
“Jelas sekali terlihat, berbagai simulasi nama-nama calon gubernur yang dilakukan, tarikan elektoral Herman Derutidak terlepas dari adanya sumbangsih dukungan insentif elektoral dari Mawardi Yahya. Gabungan elektabilitas baik dari Herman Deru maupun dari Mawardi Yahya saling menguatkan. Efek dari insentif elektoral ini apabila HD-MY masih berpasangan maka elektbilitas akan konsisten dan tingkat keinginan masyarakat untuk mengapresiasi kembali berduet di pilkada mendatang cukup besar,” ujar lulusan terbaik magister ilmu komunikasi politik ini .
Ditambahkan pria yang gemar memakai baju batik ini, dengan demikian, tentunya kondisi ini harus menjadi perhatian serius apabila Herrnan Deru dan Mawardi Yahya tidak akan berpasangan lagi.
 Secara elektoral angka tingkat keinginan berpasangan kembali HD-MY yang tadinya signifikan berpotensi akan terjun bebas apabila tidak berpasangan kembali.
Masih ada satu tahun lagi yang harus diselesaikan HD-MY sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan. Ritme popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas masih bisa berubah. Demikian juga dengan kembalinya untuk berduet kembali pada pilkada mendatang.
“Dari trend data-data survei yang dilakukan sudah dua kali, kecil kemungkinan HDMY akan tidak berpasangan kembali pada pilkada provinsi Sumatera Selatan mendatang,” katanya.
Kalaupun nantinya tidak berpasangan, tentunya temuan survei bisa menjadi acuan bagi kedua pasangan ini. Semua masih bisa berubah dan pilkada masih menyisahkan waktu lebih kurang dua tahun.
Menurutnya Survei LKPI diselenggarakan pada 28 September-4 Oktober 2022 di provinsi Sumatera Selatan.

Sampel yang digunakan 820 responden (82 desa/kelurahan) yang tersebar secara proporsional di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Metode penarikan sampel yang digunakan multistage random sampling dengan marjin of error lebih kurang 3,5 persen dan selang kepercayaan 95 persen.#udi

Baca Juga:  Orangtua Dan Guru Harus Atasi Kenakalan Remaja
Komentar Anda
Loading...