Tim Universitas Terbuka Palembang Teliti Tinggalan Arkeologi di Minanga Komering

274
Tim Penelitian dari UT Palembang berdialog dengan Tetua Adat Semendaway Drs. Ali Pasyai, MM danTetua Adat Minanga, Malwani, Selasa (20/9) (BP/Tim Penelitian dari UT Palembang)

Martapura, BP- Penasaran dengan toponimi “Minanga” yang dikaitkan sebagai periode bermula Sriwijaya seperti dinarasikan Arlan Ismail dalam bukunya serta kaitan  tinggalan arkeologi di Minanga Komering.

Tim penelitian Universitas Terbuka Palembang yang diketuai Dr. Meita Istianda (Ketua Tim/Universitas Terbuka Palembang), bersama  Dr. Dedi Irwanto (Universitas Sriwijaya), Giyanto, M.Si. (Universitas PGRI Palembang), Dr. (Cand.) Kms. A. Rachman Panji (UIN Raden Fatah Palembang), Dudi Oskandar (Jurnalis Sejarah dan Budaya Palembang) dan Hidayatul Fikri, S.Kom atau Mang Dayat (Youtuber beken dan keren kebanggaan Kota Palembang) terjun langsung kelokasi. Tujuannya menelisik jejak tinggalan arkeologi tersebut.

Selama tiga hari sejak Senin (19/9) Tim Penelitian bertemu dengan tokoh adat dan budaya Semendaway.

Kunjungan pertama ditujukan kepada tokoh masyarakat Semendaway Drs. M. Ali Pasyai, M.M didampingi Tokoh Tetua Minanga,  Malwani.

“Berdasar apa yang saya baca. Saya cenderung membenarkan pendapat Pak Arlan Ismail. Kata Minanga berasal dari Proto Melayu Purba yang artinya muara sungai. Minanga dalam catatan Cina berjudulT’ang Hui-yao pernah mengirim utusan pertama kali pada tahun 645 Masehi zaman Dinasti Tang. Artinya, kata Minanga sudah dikenal lama bahkan sebelum Sriwijaya berdiri”, kata  Ali Pasyai eks Asisten III Bidang Umum dan Kemasyarakatan  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKUT periode 2019-2020, Selasa (20/9).

Baca Juga:  Aksi Kriminalitas Marak Terjadi di BKB  dan Ampera,  DPRD Sumsel Ngaku Prihatin

Selain itu menurutnya,   arti Minanga sudah ada sebelum Prasasti Kedukan Bukit ditemukan pertama kali oleh orang Belanda bernama C.J. Batenburg pada 29 November 1920 di Kedukan Bukit, Palembang, tepatnya di tepi Sungai Tatang, anak Sungai Musi.

Selain itu , Minanga sudah ada sebelum Prasasti Kedukan Bukit ditranskripkan oleh Phillipus Samuel van Ronkel tahun 1924.Jadi Minanga ini sudah ada sebelum Sriwijaya”, tutur Pak Ali Pasyai eks Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKUT periode 2015-2019.

“Pada daerah Minanga ini juga pernah ditemukan patung arca perunggu Boddha. Disebut Maitreya Komering Sriwijaya Abad ke 9. Yang disimpan di Museum Nasional di Jakarta. Selain itu juga pernah ditemukan mata uang Cina masa Dinasti Tang.”, kata  Ali Pasyai

Baca Juga:  Bahas Laporan Dana Kampanye, KPU Sumsel Kordinasi Dengan KPU Daerah dan Tim Paslon Kepala

Keyakinan seperti itu menurutnya juga ditambah informasi lain. Pada masa awal pemerintahan di Palembang. Minanga awalnya adalah sebuah Marga.

Ketika masa Pangeran Sida Ing Kenayan tahun 1629 berkuasa di Palembang. Pernah menerbitkan Piagem bertuliskan huruf Arab dan berbahasa Melayu tentang tapal batas Marga Minanga.

Menurutnya, Minanga mewakili kelompok kekerabatan yang ada di aliran Sungai Komering.

Kelompok kekerabatan tersebut terbentuk dari 7 kepuyangan. Salah satunya Puyang Minak Ratu Damang Bing.

“Puyang Ratu Damang Bing ini asal usul puyang yang menurunkan orang Minanga. Makam Beliau ada di Minanga Besar.”, kata Malwani.

Sepanjang catatan awal marga di Sumatera Selatan. Awalnya seluruh daerah dialiran Sungai Komering ini disebut dengan nama kebuwayan atau Buway.

“Way ini artinya sungai. Pada kelompok dialiran sungai Komering yang mendiami bagian ulu. Mereka yang tinggal di lebak sungai disebut Samandaway. Sedangkan kelompok yang tinggal di talang rumput dipinggiran sungai disebut Buway Madang”, tambah  Ali Pasyai.

Baca Juga:  DIGI JAZZ Bank Sumsel Babel 'Digital Banking N Jazz Community'

Ketika penataan marga oleh Sultan Abdurrahman Cinde Belang oleh sebab, wilayah Minanga meluas, maka Marga Minanga dirubah menjadi Marga Samandaway mulai dari Betung sampai ke Gunung Batu.

Namun pada masa penataan marga zaman penjajahan Belanda, Marga Semendaway terbagi 3, yang benar ; Marga Semendaway Suku I Ibukotanya Gunung Batu, Marga Semendaway Suku II ibukotanya Cempaka, Marga Semendaway Suku III ibukota dulu Minanga sekarang Betung

Pada masa kini Minanga dimekarkan menjadi dua desa. Desa Minanga Tongah dan Desa Minanga Besar yang masuk Kecamatan Semendaway Barat.

“Melihat sejarah panjang Minanga ini. Saya berpesan ke pihak UT Palembang. Agar memasukan narasi Minanga ini dalam buku Identitas Komering yang akan ditulis dalam penelitian ini”, harap  Ali Pasyai.#osk

 

 

 

Komentar Anda
Loading...